Mekanisme Go Public Bagi Perusahaan

Mekanisme Go Public Bagi Perusahaan

proses go publicI banner

Selain terus berupaya mendorong kehadiran investor di pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengadakan sosialisasi untuk menjaring lebih banyak perusahaan masuk bursa saham melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Selain untuk memaksimalkan kontribusi pasar modal pada pertumbuhan ekonomi, upaya OJK dan BEI menjaring perusahaan untuk go public juga untuk memberi kontribusi positif bagi masing-masing perusahaan tersebut.




 

Salah satu keuntungan perusahaan yang melakukan go public adalah kesempatan untuk ekspansi dan memperluas bisnis perusahaan, dengan memanfaatkan dana dari publik. Setelah menjadi perusahaan publik, kredibilitas perusahaan akan ikut meningkat, karena perusahaan terbuka identik dengan transparansi dan kepedulian pada good corporate governance. Perusahaan terbuka juga berada dalam pengawasan yang ketat oleh otoritas, sehingga keberlanjutan usaha akan selalu menjadi perhatian manajemen. Sejalan dengan itu, manajemen akan semakin profesional, karena terbiasa dengan iklim persaingan sehat dan transparansi.




 

Untuk menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, setiap perusahaan harus melalui sejumlah mekanisme standar yang harus dipenuhi diantaranya mulai dari pernyataan pendaftaran, due diligence, public expose, book building, penetapan penjatahan saham, penetapan harga, hingga akhirnya listing di BEI.

Tahapan proses menjadi perusahaan publik diawali dengan pengajuan pernyataan pendaftaran resmi kepada OJK. Pada tahap ini, emiten akan mendapatkan banyak informasi menyangkut syarat yang harus dipenuhi dan tahapan-tahapan prosedur penting yang harus dilakukan. Selanjutnya, tahap due diligence meeting. Pada tahap ini, calon emiten harus memilih perusahaan efek yang berperan sebagai penjamin emisi (underwriter) sekaligus bertugas menjembatani perusahaan dalam proses menjadi perusahan publik. Selain penjamin emisi, perusahaan yang akan go-public juga membutuhkan sejumlah jasa penunjang lain yang mendukung proses IPO seperti Akuntan Publik, Penilai Aset, serta Konsultan Hukum.

Agar publik mengetahui secara luas informasi penting mengenai kinerja dan prospek bisnis perusahaan yang akan go public, calon emiten tersebut harus melakukan kegiatan roadshow ke berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, calon emiten bisa memaparkan kondisi perusahaan, tren pertumbuhan, sampai prospeknya dalam jangka panjang sehingga semakin banyak calon investor yang mengenal perusahaan dan diharapkan bisa membeli di pasar perdana, bahkan di pasar sekunder, bila tidak kebagian jatah di pasar perdana.

Setelah roadshow, masuk tahap book building. Pada tahap ini, para investor yang berminat membeli mulai mengajukan penawaran. Pada periode ini, penjamin emisi berperan memantau respons calon investor. Investor akan mengajukan volume saham yang dibutuhkan beserta kisaran harga yang diinginkan. Data-data pengajuan ini menjadi dasar untuk  penetapan harga perdana saham.

Proses book building yang berjalan baik akan menentukan keberhasilan dalam penetapan harga saham. Harga yang ditetapkan mencerminkan keinginan pasar, sekaligus peluang bagi investor untuk meraih keuntungan pada masa depan. Jika harga sudah ditetapkan, underwriter akan melanjutkannya dengan proses penjatahan atau pengalokasian saham kepada investor yang sudah memesan, sesuai penawaran atau permintaan investor. Sampai di sini, saham telah diperdagangkan di pasar perdana. Setelah dicatatkan di bursa efek, selanjutnya jual beli saham antar investor dilaksanakan di bursa efek.

Demikian garis besar proses yang perlu dilewati oleh perusahaan untuk menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI. Calon emiten akan mendapatkan tahapan proses yang lebih detail saat mengadakan audiensi dengan OJK maupun calon penjamin emisi (underwriter). (Tim BEI)

Artikel ini adalah kerjasama Jelasberita.Com dan PT. Bursa Efek Indonesia, Baca artikel lainnya di BELAJAR SAHAM

Leave a Reply

Your email address will not be published.