Dimana Aset Investor Tersimpan?

Dimana Aset Investor Tersimpan?

content_assets

Bila dilihat dari pertumbuhan kelas menengah dan kenaikan pendapatan per kapita, penduduk Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dapat berinvestasi, namun dari 240 juta penduduk baru sekitar 3210 ribu investor yang membuka rekening efek dan memiliki Single Investor Identification (SID) atau aktif berinvestasi di pasar modal.

Berinvestasi di pasar modal merupakan alternatif yang menarik bagi masyarakat, dibanding investasi secara konvensional pada properti, emas, atau deposito di bank.  Meskipun ada risiko kenaikan dan penurunan harga instrumen pasar modal, akibat  beberapa kali diterpa krisis perekonomian, secara jangka panjang, hasil investasi di pasar modal  masih  menjanjikan.




Namun,  masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa investasi efek di pasar modal bukan pilihan yang tepat. Pengalaman buruk di masa lalu akibat broker atau Perusahaan Efek yang membawa lari uang nasabah, risiko yang mungkin timbul, hingga rumitnya proses untuk menjadi investor, menjadi beberapa halangan masyarakat tidak melirik investasi efek.

Selain itu, masyarakat kadang bingung, di mana saham mereka tersimpan, karena saham tersebut tidak berwujud fisik. Sejak diberlakukan efek tanpa warkat (scripless trading), investor sebagai pemilik efek tidak perlu lagi repot menyimpan sahamnya dalam bentuk sertifikat yang rentan terhadap risiko hilang, pemalsuan dan sebagainya. Semua catatan kepemilikan saham milik investor, disimpan dalam bentuk data elektronik di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku satu-satunya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia.




Masih terdapat juga investor yang belum mengetahui bahwa asetnya yang tersimpan di KSEI dapat dipantau secara langsung. Walaupun sebagian investor sudah tahu bahwa aset investasinya disimpan di KSEI, ternyata belum tentu investor tersebut mengetahui bahwa mereka dapat melihat secara langsung data yang ada di KSEI. Padahal ini penting bagi investor untuk memastikan bahwa portofolionya benar-benar ‘ada’ dan tersimpan di KSEI sebagai LPP sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Jika dianalogikan, KSEI itu seperti gudang tempat dimana disimpan aset investasi milik investor di pasar modal. Apabila investor selama ini sudah mendapatkan laporan isi gudangnya dari broker atau Perusahaan Efek, sudah sewajarnya investor juga dapat mengecek sendiri secara langsung ke gudangnya apakah isinya sudah sesuai dengan laporan yang diterima.

Pengecekan langsung ke ‘gudang’ penyimpanan data nasabah oleh KSEI telah difasilitasi dengan hadirnya Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dari KSEI. Pada prinsipnya, setiap investor di pasar modal berhak  menggunakan Fasilitas AKSes. Melalui Perusahaan Efek atau Bank Kustodian tempat investor terdaftar sebagai nasabah, KSEI akan memberikan Kartu AKSes dan PIN Code yang dapat digunakan untuk login ke Fasilitas AKSes.

Proses pembuatan Kartu AKSes dan PIN Code ini secara otomatis dilakukan ketika Perusahaan Efek atau Bank Kustodian membukakan Sub Rekening Efek di KSEI atas nama masing-masing nasabah. Selain secara online melalui website Fasilitas AKSes (http://investor.ksei.co.id), saat ini fasilitas ini juga dapat digunakan melalui  aplikasi mobile dengan melakukan instalasi kedalam  perangkat pintar memlalui Blacberry App World, Android Market, dan Apple App Store dengan hanya mengetik kata kunci “akses ksei”. (TIM BEI)

Baca Artikel Lainnya di Belajar Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published.