Harga Internasional Melemah, Bea Keluar CPO Tak Berubah

Harga Internasional Melemah, Bea Keluar CPO Tak Berubah

bea-keluar-cpo-naik-petani-makin-terpurukJakarta. Jelasberita.com | Kementerian Perdagangan RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 93/M-DAG/PER/12/2014 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar pada Rabu (24/12). Bea keluar (BK) Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sama dengan bulan Desember 2014 yakni sebesar 0%.




Penurunan harga referensi dan HPE untuk produk CPO dan biji kakao disebabkan oleh melemahnya harga internasional untuk komoditas tersebut. Rendahnya harga CPO di bawah tingkat ambang batas pengenaan BK di level USD 750 mengakibatkan masih tetap dikenakannya BK sebesar 0% untuk periode bulan Januari 2015 untuk CPO dan Produk Turunannya. Rendahnya Harga Referensi dan HPE CPO saat ini disebabkan oleh masih lemahnya harga CPO internasional yang disebabkan oleh oversupply pasar internasional minyak nabati dunia, terutama oleh minyak nabati dari sumber lain sebagai kompetitor CPO,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan di Jakarta, hari ini, Jumat (2/1).

Menurut Partogi, penetapan HPE periode Januari 2015 dilakukan setelah berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyikapi perkembangan harga komoditas, baik nasional maupun internasional.




Produk pertanian dan kehutanan yang dikenakan BK adalah produk CPO, biji kakao, kayu, dan kulit. Penetapan HPE CPO didasarkan pada harga referensi CPO USD 696,60/MT yang turun sebesar USD 36,56 atau 4,99% dari periode bulan sebelumnya, yaitu USD 733,16/MT, sehingga didapat HPE CPO sebesar USD 625/MT yang turun USD 37 atau 5,59% dibandingkan periode bulan sebelumnya yang sebesar USD 662/MT. BK CPO untuk bulan Januari 2015 tercantum pada kolom 1, lampiran II PMK 128 tahun 2013 sebesar 0%, tidak berubah atau sama dengan BK CPO untuk periode bulan Desember 2014.

Sedangkan harga referensi biji kakao untuk penetapan HPE biji kakao mengalami penurunan sebesar USD 44,18 atau 1,51%, yaitu dari USD 2.929,75/MT menjadi USD 2.885,57/MT, sehingga berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga turun sebesar USD 43 atau 1,6% dari USD 2.631/MT pada periode bulan November menjadi USD 2.589/MT. Namun, BK biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya, yaitu sebesar 10%. Hal tersebut tercantum pada kolom 3 lampiran II PMK 75 tahun 2012.

Sementara itu, untuk HPE maupun BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan        sebelumnya. Permendag Nomor 93/M-DAG/PER/12/2014 dapat diunduh di:http://jdih.kemendag.go.id/id/regulations. (rilis/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.