Upayakan Stabilisasi Harga Kedelai, Mendag Temui AKINDO

Upayakan Stabilisasi Harga Kedelai, Mendag Temui AKINDO

Kedelai

Jakarta. Jelasberita.com | Melemahnya rupiah dikhawatirkan mendorong kenaikan harga kedelai di tingkat konsumen. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel berinisiatif menemui importir kedelai yang tergabung dalam Asosiasi Importir Kedelai (AKINDO) siang ini, Senin (22/12) di Kantor Kementerian Perdagangan. Mendag menjamin pasokan kedelai tetap tersedia di pasaran dan memastikan harga kedelai tetap stabil.







“Saat ini kita dilanda kondisi melemahnya Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Namun demikian, kami dapat memastikan bahwa stok kedelai aman dalam tiga bulan ke depan sehingga harga kedelai tidak akan melonjak,” jelas Mendag.

Harga kedelai di tingkat importir saat ini mencapai Rp 7.300 – Rp 7.600 per kilogram yang kemudian dijual oleh para distributor di tingkat Rp 7.800/kg kepada industri-industri pengrajin tahu tempe yang mengkonsumsi sekitar 84% dari kebutuhan kedelai nasional. Sedangkan harga rata-rata eceran kedelai di tingkat nasional mencapai Rp 11.300/kg, yang merupakan harga jual pengecer kepada sekitar 16% kebutuhan di luar industri tahu/tempe.

Dengan terjaminnya pasokan kedelai di pasaran, Mendag memastikan harga kedelai tidak mengalami kenaikan dratis. Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga stabilisasi harga kedelai di tingkat konsumen. “Kami akan terus berupaya agar pasokan kedelai selalu cukup tersedia dengan harga yang stabil di pengrajin tahu/tempe sehingga dapat meminimalisir terjadinya kenaikan harga tahu/tempe di tingkat konsumen,” imbuh Mendag.

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga menyampaikan harapannya agar kualitas tahu dan tempe dapat terus ditingkatkan. “Ke depan, diharapkan dapat terjalin kerja sama importir dengan pengrajin untuk membantu meningkatkan kualitas tahu/tempe yang lebih higienis dan halal,” ujar Mendag.

Selain itu, untuk meningkatkan pemantauan terhadap penyaluran kedelai mulai dari importir, distributor, sampai dengan pengrajin, diusulkan adanya ketentuan distributor terdaftar atau teregistrasi untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi harga dan penyaluran kedelai impor di dalam negeri.

Sementara itu, AKINDO menyatakan harga kedelai belum terpengaruh melemahnya rupiah. “Melemahnya rupiah belum mempengaruhi harga kedelai impor di dalam negeri mengingat turunnya harga kedelai di pasar internasional,” kata Direktur Eksekutif AKINDO Yus’an.

Dimungkinkan harga kedelai akan semakin menurun seiring dengan masih akan datangnya kedelai impor hingga akhir tahun dalam jumlah yang cukup signifikan. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina yang turut dalam pertemuan itu menyatakan Kemendag dan AKINDO tengah menyiapkan skema operasi pasar jika harga kedelai tiba-tiba naik tinggi.

Bila suatu saat terjadi lonjakan harga kedelai impor di dalam negeri, Kemendag dan AKINDO berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga kedelai dengan melakukan operasi pasar ke pengrajin tahu/tempe,” pungkas Srie. (rilis/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.