Emas Internasional Anjlok Lebih 2 persen, Emas Lokal Terpengaruh

Harga Emas Dunia | viva.co.id
Harga Emas Dunia | viva.co.id

Singapura, Medan. Jelasberita.com |Pasaran emas internasional yang diperjualbelikan di pasar spot anjlok lebih dari 2 persen. Penurunan disebabkan pengaruh harga minyak mentah global dan keresahan para investor menantikan hasil rapat kebijakan The Federal Reserve AS, Selasa (16/12/2014).

Perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang begitu mengesankan telah menimbulkan kerisauan terkait kemungkinan pihaknya menaikkan rate lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kendati bank sentral itu pada Oktober lalu telah menegaskan bahwa suku bunga acuan tidak akan naik dan masih di level rendah untuk “waktu yang cukup”, para pelaku pasar berharap pejabat The Fed memberikan sinyal baru terkait masa depan rate.




Harga emas $1.197,20 per ounce, melemah 0,4% pada penutupan sebelumnya di New York. Logam mulia ini kehilangan 2,5 persen nilainya pada Senin, merosot karena harga minyak jatuh ke posisi terendah baru 5 ½ tahun. Penurunan pada Senin merupakan yang terbesar untuk spot emas dalam satu hari sejak 2 Desember 2013. Emas untuk pengiriman Februari turun 1 persen menjadi $ 1,195.30 per ounce.

Penurunan juga terjadi di pasar tradisional di Medan. Berdasarka pantauan Jelasberita.com, harga emas murni 99,99 persen per gram menjadi Rp.486.500, turun dari 490.000. Meski demikian, selama hampir sepekan ini, pasarannya tidak terlalu banyak berubah. Perubahan atau selisih harga hanya berkisar 2-5ribu.




Para pedagang mengakui penurunan harga minyak dan emas internasional telah berdampak signifikan terhadap harga emas lokal. Sementara untuk di Pegadaian harga emas sebagai berikut 5 gram Rp.2.500.000, 10 gram Rp.4.950.000, Rp.25 gram Rp.12.300.000. Sedangkan untuk di Butik Emas PT. Antam 5 gram Rp.2.560.000, 4 gram Rp.2.048.000, 1 gram Rp.541.000.

Berdasarkan prediksi beberapa analis, harga emas masih mungkin melemah lebih lanjut mengingat Bank Sentral Amerika akan mengetatkan kebijakan moneter. Kondisi itu mendorong para pelaku pasar cenderung beralih ke aset berisiko seperti mata uang utama dolar AS maupun yen. Akan tetapi, pelonggaran moneter oleh Tiongkok dan Eropa, berpotensi menjadi pemicu kenaikan emas. (Reuters/ti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.