Ciptakan Rekor pada 2016, Kinerja Pasar Modal Diyakini Makin Baik 2017

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Jakarta, Jelasberita.com | Sederet sentimen berskala global mewarnai perjalanan pasar modal di 2016. Sebenarnya tidak terhitung jumlahnya, tapi setidaknya tiga yang cukup mengejutkan dan menjadi perhatian serius pelaku pasar tahun lalu, yakni pelambatan ekonomi dunia yang berlanjut, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit serta hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangkan Donald Trump.




Harus diakui, tekanan sentimen itu sempat membuat Pasar Modal Indonesia dilanda gejolak. Tapi keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta pencapaian kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap tumbuh impresif membuat Pasar Modal Indonesia mampu melalui tantangan berat itu, bahkan bisa meraih kinerja terbaiknya sepanjang sejarah sejak berdirinya Pasar Modal Indonesia pada tahun 1977.

Pada penutupan perdagangan BEI tanggal 30 Desember 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.296,71. Artinya sepanjang tahun 2016 IHSG mencatat pertumbuhan 15,32%. Hasil itu membuat bursa kita menjadi salah satu bursa terbaik di dunia. Direktur Utama BEI Tito Sulistio membandingkan, pencapaian IHSG merupakan yang tertinggi dari emerging market lain. Sementara di tingkat Asia Pasifik nomor dua terbaik, sementara di level dunia merupakan nomor lima terbaik.

Bagi BEI sendiri, itu merupakan rekor IHSG penutupan akhir tahun tertinggi sepanjang sejarah pasar modal kita. Malah bila diakumulasi selama 10 tahun terakhir kata Tito, IHSG mengalami penguatan sebesar 193,36% yang merupakan kenaikan tertinggi di antara bursa-bursa utama dunia.

Selain kinerja IHSG, BEI mencatat sepanjang 2016 rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan 30,03% dibandingkan dengan 2015. Rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 18,91% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian naik 31,36% dibandingkan dengan tahun lalu. Kapitalisasi pasar meningkat 18,18% dibanding 2015.




Rekor juga dibukukan dalam hal jumlah dana yang berhasil dihimpun sepanjang 2016, mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia sebesar Rp674,39 triliun dan USD247,50 juta yang terdiri dari aktivitas Pencatatan Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp12,11 triliun, Pencatatan Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) sebesar Rp61,85 triliun, penerbitan waran sebesar Rp1,14 triliun, 84 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 56 Perusahaan Tercatat dengan nilai Rp113,29 triliun dan USD47,50 juta, 1 Exchange Traded Fund (ETF) senilai Rp6,3 miliar, 2 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp1,37 triliun, serta 220 seri Surat Berharga Negara (SBN) yang dicatatkan di tahun ini dengan nilai Rp484,63 triliun dan USD200 juta.

Saat menyampaikan pidato Peresmian Penutupan Perdagangan Pasar Modal 2016 di Gedung BEI, 30 Desember 2016, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas prestasi tersebut. Menurutnya hasil itu patut dibanggakan mengingat situasi ekonomi dunia 2016 dilanda kekhawatiran. Sementara terima kasih disampaikan lantaran pasar modal telah berperan sebagai sumber pembiayaan perusahaan dan negara sehingga berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Menghadapi 2017, Darmin menghimbau pelaku pasar untuk tetap optimisme meski sejumlah tantangan kemungkinan menghadang. Sebab menurutnya ekonomi Indonesia diyakininya akan lebih baik, sementara efek Trump yang selama ini menjadi kekhawatiran tak perlu dirisaukan lagi. “AS tidak akan mungkin mendorong ekonominya ke arah yang terlalu jauh (dari kebijakan Presiden sebelumnya). Kurs dolar tidak bisa telalu kuat,” ujarnya.

Usai penutupan perdagangan 2016 oleh Menko Perekonomian, band papan atas Indonesia SLANK tampil menghibur membawakan lagu-lagu hitsnya. Pertunjukan turut disaksikan Darmin, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, dan  jajaran Dewan Komisioner serta pejabat OJK, Direksi BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia. Acara tersebut disiarkan secara langsung oleh TVRI, IDX Channel, Metro TV, dan beberapa stasiun televisi nasional.

Optimisme terhadap perjalanan pasar modal di tahun 2017 kembali diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat Meresmikan Pembukaan Perdagangan Pasar Modal 2017 di BEI, 3 Januari 2017. Agar harapan itu terwujud Wapres menghimbau para pelaku Pasar Modal Indonesia terus memperbaiki sistem dan menjaga kepercayaan masyarakat. “Semoga di tahun ini akan memberikan harapan yang lebih baik, meskipun menyadari dunia ada perlambatan, tapi kondisi Tanah Air menunjukkan harapan yang baik,” ujar Wapres.

Sebelum pidato Wapres, dalam sambutannya Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad berharap pencapaian 2016 harus ditingkatkan di tahun 2017 ini, yaitu dengan memperbanyak jumlah emiten di BEI. Selain itu, ragam dari instrumen di pasar modal juga harus ditambah lagi, sehingga investor bisa memiliki banyak pilihan untuk menanamkan dana.

“Kita berharap dengan semua usaha tersebut serta dukungan perbaikan fundamental ekonomi kita melalui berbagai kebijakan ekonomi pemerintah, peran pasar modal dalam pembangunan akan semakin signifikan dan kita berharap pada akhir tahun ini akan menyaksikan rekor baru lagi,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.