Fadli Zon Mengkritik Pemerintahan Jokowi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Fadli Zon Mengkritik Pemerintahan Jokowi




Image via www.antaranews.com

Jakarta, Jelasberita.com | Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI, menilai bahwa dalam dua tahun ini pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla penuh dengan pencitraan. Fadli Zon mengkritik sejumlah bidang seperti pada bidang ekonomi, politik dan hukum. Fadli menjelaskan hanya sedikit hasil kerja pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebentar lagi kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, akan genap 2 tahun pada 20 Oktober mendatang.

“Presiden harus berhenti pencitraan. Dua tahun ini adalah Presiden pencitraan, ini merupakan waktu yang baik untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang menjadi program dan janji kampanye ketika akan menjadi Presiden. Dalam pengamatan saya, apa yang menjadi keinginan maupun cita-cita untuk merealisasikan janji, masih jauh dari dari kenyataan,” tutur Fadli di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Fadli menyarankan presiden Jokowi seharusnya fokus pada hasil kerja. Bukan hanya menyerukan pernyataaan “kerja, kerja, kerja”, tetapi sampai saat ini tidak menunjukan hasil. Cita-cita Jokowi-JK yang pernah disampaikan saat kampanye Pilpres 2014 lalu masih jauh dari kata memuaskan.

Fadli Zon mengkritik di bidang ekonomi, bahwa dari pengamatan dan aspirasi masyarakat yang diterima oleh Fadli, sebagian besar kehidupan ekonomi masyarakat semakin sulit dalam dua tahun terkahir, harga-harga bahan pokok naik, daya beli masyarakat masih rendah, dan mencari pekerjaan semakin sulit. Pemerintah juga perlu memperhatikan pembangunan manusia tidak hanya kemajuan dalam bidang infrastruktur.




Fadli Zon mengkritik bidang politik, Fadli menjelaskan masih didominasi oleh keinginan untuk suatu melakukan penguasaan termasuk kepada kelompok dan partai politik, beberapa parpol dipecah belah, demokrasi masih diwarnai demokrasi yang diintervensi kepentingan kekuasaan, bukan demokrasi yang lahir dari bawah maupun sesuai mekanisme dan prosedur partai politik.

“Harga-harga bahan pokok naik, daya beli masyarakat rendah, kemudian sulit untuk mencari pekerjaan. Saya jarang menemukan, mungkin ada satu dua atau sebagian kecil, kelompok masyarakat yang merasakan ada perbaikan-perbaikan di bidang ekonomi, presiden janji akan cetak dua hektare sawah, itu sampai mana? 50.000 puskesmas dalam lima tahun, sudah sampai mana? Mau buy back Indosat, sudah sampai mana? Mau buat Pertamina lebih hebat dari Petronas, sudah sampai mana? Banyak,”” tutur Fadli.

Fadli Zon mengkritik bidang hukum, Fadli menjelaskan kepastian hukum semakin tidak jelas. Hukum masih sangat tumpul ke atas, dan tajam ke bawah.

Fadli menilai bahwa pemerintahan Jokowi saat ini, justru jauh dari kedaulatan dan kemandirian ekonomi, politik, kepribadian dalam kebudayaan bangsa. Bahkan ekonomi tetap mengandalkan pada impor. Fadli menghimbau Jokowi agar tidak terlalu berorientasi pada kekuasaan. Fadli juga menyoroti Kabinet Kerja di bawah pemerintahan Jokowi dan JK.

Leave a Reply

Your email address will not be published.