Paket Kebijakan ke-14 Tengah Digodok dan Akan Meluncur Dalam 2 Pekan Lagi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




waspada.co.id




waspada.co.id

Medan, Jelasberita.com| Untuk kebijakan yang dilakukan dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), Pemerintahan Jokowi-JK telah membuat paket Kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut tidak hanya berhenti pada jilid ke-13. Kali ini pemerintah tengah menggodok paket lanjutan.

Dalam 2 pekan mendatang paket ini akan diluncurkan untuk guna menahan dampak dari perlambatan ekonomi dunia terhadap ekonomi domestic.

Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Kamis (6/10/2016) mengatakan bahwa paket kebijakan ekonomomi ke-14 ini akan diharapkan luncur pada 2 minggu kedepan. Namun untuk selengkapnya, Darmin Nasution tidak memberikan penjelasan yang lebih  tentang kebijakan ini.

Darmin juga menjelaskan untuk efektivitas paket kebijakan ekonomi jilid 1 sampai 13 pelaksanaannya sukses. Salah satunya yaitu pembangunan Pusat Logistik Berikat (PBL), yang termasuk dalam kebijakan ekonomi jilid II. Kebijakan ini berguna untuk menjawab tantangan tingginya biaya logistik nasional yang membuat industri dalam negeri menjadi kurang kompetitif.




PLB adalah gudang logistik multifungsi untuk menimbun barang impor atau lokal dengan kemudahan fasilitas perpajakan, berupa penundaan pembayaran bea masuk dan tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta menawarkan fleksibilitas operasional lainnya.

Darmin juga menjelaskan bahwa Kebijakan PLB ini sudah banyak dan belasan (Perusahaan) yang sudah berinvestasi. Dalam investasi, bukan hanya investasi yang besar, namun juga tidak besar.

Salah satu contoh keuntungan kebijakan ekonomi untuk PLB adalah selama ini Indonesia mengimpor kapas dari Amerika Serikat (AS) demi memenuhi bahan baku tekstil di dalam negeri. Namun para pengusaha mengambill kapas tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia, karena PLB adalah gudang logistik multifungsi untuk menimbun barang impor atau lokal dengan kemudahan fasilitas perpajakan, berupa penundaan pembayaran bea masuk dan tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta menawarkan fleksibilitas operasional lainnya.

Darmin menambahkan bahwa Kalau nanti kapas dan bahan bakar minyak (BBM) bisa ditempatkan di PLB sini, maka bisa dihitung sebagai cadangan strategis nasional. Jadi misalnya AS mau taruh kapas di PLB sini, itu bisa, siapa yang pesan cepat kita bisa mengeluarkannya, tidak harus tunggu dikapalkan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.