8 WNI Diduga Pelaku Perompakan Kapal Malaysia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




8 WNI Diduga Pelaku Perompakan Kapal Malaysia




Image via kompasiana.com

Jakarta, Jelasberita.com | Syafruddin, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jendral, menemui Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan. Pertemuan tersebut berkaitan dengan permintaan mengekstradisi delapan warga negera Indonesia. 8 WNI tersebut diduga terlibat perompakan kapal Orkim Harmony yang berlayar dari pantai barat Malaysia. Syafruddin ingin mengekstradisi mereka guna menjalani proses hukum di Indonesia.

Komjen Syafruddin dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Nguyen di Istana Vietnam, tidak sendirian melainkan didampingi oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto, Kadiv Teknologi Informasi Irjen Polisi Machfud Arifin, Wakapolda Brigadir Jenderal Polisi Amhar dan Sekretaris Pribadi Wakapolri Ajun Komisaris Besar Polisi YS Ujung.

“Kami bersama Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) mengupayakan agar delapan WNI yang melakukan perompakan kapal dan ditahan serta diproses hukum di Vietnam dapat diekstradisi sehingga menjalani proses hukum di Indonesia,” tutur Komjen Polisi Syafruddin, Senin (26/9/2016).

Dalam pertemuan tersebut, Syafruddin bersama Nguyen Xuan, juga mendiskusikan persoalan ilegal fishing (penangkapan ikan tidak resmi) oleh nelayan Vietnam di wilayah kedaulatan Indonesia, membicarakan kerja sama di bidang pencegahan dan penangulangan aksi kejahatan termasuk pencegahan penyelundupan narkoba, dan penanggulangan kemacetan lalu lintas di Indonesia.




Pemerintah Vietnam juga meminta agar warga negaranya (para nelayan) yang ditangkap oleh aparat di Indonesia diperlakukan secara manusiawi, karena pemerintah Vietnam telah mendidik dan mensosialisasikan larangan penangkapan ikan di wilayah terlarang.

“Mereka minta para nelayan yang ditangkap diperlakukan secara manusiawi. Vietnam sedang giat menyelesaikan masalah ini dengan mendidik dan sosialisasi terhadap para nelayan agar tidak langgar hukum dan kedaulatan Indonesia,” tutur Syafruddin.

Syafruddin (Polisi jenderal bintang tiga) menyebutkan, bahwa Indonesia dan Vietnam sama-sama berpenduduk banyak serta memiliki karakter yang sama dari letak geografis terdiri dari kepulauan. Syafruddin menyampaikan Nguyen Xuan meminta penanganan masalah kejahatan harus dilakukan secara terbuka melalui kerjasama dengan semangat kemitraan strategis.

“Kalau tidak bisa mengontrol masalah keamanan maka bisa jadi masalah besar,” tutur Syafruddin.

Delapan WNI itu akan diserahkan kepada otoritas Malaysia, untuk diadili. Sebelumnya pengadilan Vietnam menjatuhkan putusan untuk delapan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan karena perompakan kapal tanker berbendera Malaysia tahun 2015 lalu.

Awalnya, pada Juni 2015 lalu, 8 WNI itu ditemukan hanyut di atas perahu karet yang terdapat di pulau Tho Chu. Kepada otoritas setempat, mereka mengaku mengalami musibah di laut. Namun otoritas setempat mencurigai mereka terlibat aksi kejahatan, karena mendapati para WNI itu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Otoritas setempat (aparat Vietnam) kemudian menuding mereka, bahwa mereka pelaku perompakan kapal tanker MT Orkim Harmony yang berbendera Malaysia. dan ditangkap. Baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama mengajukan permohonan ekstradisi untuk 8 WNI itu, namun pengadilan rakyat Hanoi menolak memulangkan para tersangka ke Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.