Singapura Recoki Tax Amnesti, Mantan BIN siap “Pasang Badan”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





www.suara.com
www.suara.com

Medan, Jelasberita.com|Bank-bank Negara tetangga Indonesia, Singapura sepertinya terkesan “merecoki” progam tax amnesty Indonesia. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Makhmud Hendropriyone pun ikut berkomentar akan hal ini.

Abdullah Makhmud Hendropriyone di temui di Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar, Rabu (21/9/2016) mengatakan bahwa ini merupakan kepentingan nasional dan Singapura juga memiliki kepentingan nasionalnya sendiri sehingga Hendeopriyono menyarankan untuk tetap membela dan pasang badan apa pun yang terjadi.




Menurut Hendropriyono, sikap-sikap bank-bank SIngapura dengan melaporkan nasabah-nasabahnya yang ikut taz amnesty ke polisi sebenarnya adalah hal yang normative. Namun yang ia herankan adalah mengapa pada saat Indonesia sedang gencar-gencarnya menjalankan program tax amnesty.

Hendropriyono mengatakan bahwa seharusnya tanpa adanya tax amnesty bank-bank tersebut harus melakukan pemerikasaan jika ada transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh nasabahh-nasabah mereka. Dan itu menjadi urusan nasional mereka dan kita jangan terbawa taktik dan strategi siasat tersebut.

Pada hari ini Hendropriyono sendiri memutuskan untuk mengikuti program tax amnesty sehingga langsung melaporkan hartanya ke kantor pajak.

Sebelumya, perbankan swasta di Singapura dikabarkan membeberkan kepada kepolisian setempat nama-nama nasabah yang mengikuti program pengampunan pajak alias tax amnesty.




Kementrian Keuangan Sri Mulyani langsung memberikan penjelasan akan hal itu bahwa bank-bank swasta Singapura juga memberikan anjuran kepada semua perbankan di Singapura dengan mendukung para nasabahnya yang ingin ikut tax amnesty di Indonesia.

Namun dalam sisi perbankan, perempuan yang kerap di panggil Ani itu mengungkapkan bahwa adanya ketentuan bank untuk mematuhi aturan yang tertuang dalam Financial Action Task Force (FATF) yang berisi kewajiban bagi bank untuk menyampaikan laporan apabila ada kegiatan yang dianggap mencurigakan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendeteksi aktivitas ilegal atau kegiatan pencucian uang.

Aturan itu dilakukan oleh semua negara yang ikut di dalam program FATF. Namun, Ani mengatakan, otoritas moneter Singapura telah menegaskan bahwa WNI yang ikut program tax amnesty Indonesia tidak bisa dianggap sebagai suatu tindakan yang bisa menarik atau memicu investigasi kriminal.

Amil Kumarnayar sebagai Duta Besar Singapura untuk Indonesia menjelaskan bahwa tidak ada upaya dari pihak pemerintah Singapura untuk menjegal jalannya program pengampunan pajak di Indonesia. Malahan sebagaimana pernyataan Authority Monetary of Singapore (AMS) perbankan Singapura didorong untuk kooperatif dengan nasabah warga negara Indonesia yang ingin memanfaatkan tax amnesty.

Leave a Reply

Your email address will not be published.