PDIP Akhirnya Mendukung Ahok-Djarot Menuju Pilkada 2017

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




PDIP Akhirnya Mendukung Ahok-Djarot Menuju Pilkada 2017




Image via www.merdeka.com

Jakarta, Jelasberita.com | PDI Perjuangan akhirnya membuat keputusan. PDIP akhirnya resmi untuk mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.  Akhirnya teka teki, siapa calon yang akan diusung PDIP di Pilgub DKI sudah terpecahkan. Partai besutan Megawati Soekarnoputri akhirnya resmi mendukung Ahok-Djarot, bertarung memperebutkan kursi DKI 1.

“Setelah melalui tahapan yang bisa dipertanggungjawabkan, PDI-P umumkan calon kepala daerah di 101 daerah yang mengadakan pilkada serentak tersebut, calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan sebagai calon wakil gubernur adalah Djarot Saiful Hidayat.” tutur Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI-P.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya elektabilitas Ahok menurun dalam beberapa survei terakhir. Keputusan PDIP mengusung pasangan incumbent Ahok-Djarot dapat membuat elektabilitas Ahok naik. Ditambah lagi Tri Rismaharini batal diusung PDIP, sehingga elektabilitas Ahok bisa meningkat. Menyusul keputusan PDIP di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

“Dengan didukung penuh PDIP, elektabilitas Ahok-Djarot kita harapkan makin tinggi hingga akhirnya bisa menangkan Pilkada Jakarta satu putaran,” tutur relawan Jokowi Michael Umbas.




Selain PDI-P, pasangan Ahok-Djarot juga didukung oleh Partai Nasdem yang terlebih dahulu menyatakan dukungannya kepada Ahok, Golkar dan Hanura. Melalui dukungan empat partai, pasangan ini mengantongi 52 kursi DPRD DKI. Jumlah kursi ini sudah melebihi syarat untuk mendaftar ke KPU hanya 22 kursi.

Umbas, Koordinator Silaturahmi Nasional Pendukung Jokowi menyambut baik dukungan PDIP untuk Ahok-Djarot itu. Umbas juga mengingatkan agar Ahok tetap menjalin komunikasi yang baik dengan Presiden Jokowi. PDIP melihat bahwa mayoritas warga DKI masih menginginkan Ahok-Djarot di periode selanjutnya.

“Keputusan ini menjadi bukti bahwa PDIP mendengar aspirasi publik, karena mayoritas masih inginkan Ahok-Djarot memimpin Jakarta, kita semua tahu, komunikasi Presiden Jokowi dengan Ahok sangat baik, Sebagai pemimpin ibu kota, program-program Ahok-Djarot pasti harus sejalan dengan pusat ” tutur Umbas.

Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, menjelaskan terdapat empat pertimbangan PDIP, dalam memutuskan mengusung pasangan Ahok dan Djarot. Pertimbangan pertama, Ahok dan Djarot merupakan petahana yang bertugas meneruskan tugas pasangan Jokowi-Ahok yang sebelumnya telah diusung PDIP pada Pilkada 2012. Kedua, ideologi PDIP yaitu Pancasila 1 Juni dan Trisakti sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. PDIP memegang teguh dan berkomitmen meneguhkan nilai-nilai pluralisme. Ketiga, pasangan Ahok-Djarot dalam pandangan PDIP mempunyai komitmen yang teguh dalam melaksanakan ideologi PDIP. Keempat, PDIP menilai pasangan Ahok dan Djarot mampu meneruskan dan mengimplementasikan visi dan misi Jakarta Baru yang sebelumya diusung oleh pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012.

“Maka dengan ini PDIP menyatakan sebagai partai pengusung utama pasangan Ahok dan Djarot pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017,” tutur Hasto.

Hasto mengatakan bahwa Ahok adalah milik bersama, bukan cuma milik Golkar, Hanura dan NasDem yang telah lebih dulu memberi dukungan.

“Pak Ahok menjadi milik bersama, bahwa pasangan Ahok Djarot petahana yang diusung oleh PDIP,” tutur Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9) malam.

Setelah menghadiri deklarasi, Ahok- Djarot akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada hari pertama pendaftaran, Rabu (21/9/2016) di KPUD DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.