Mayat Anggota Santoso Ditemukan Terbawa Arus Sungai

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Mayat Anggota Santoso Ditemukan Terbawa Arus Sungai
Image via kabarselebes.com

Palu, Jelasberita.com | Tim Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016, berhasil menangkap Basri alias Bagong dan istrinya, Nurmi binti Usman alias Oma. Sosok mayat anggota santoso juga ditemukan terbawa arus sungai.

Tim Satgas Tinombala juga menemukan sosok mayat pada Rabu 14 September 2016 pagi, mayat laki-laki ditemukan terbawa arus sungai Puna, Dusun Gantinadi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.




Setelah diidentifikasi Tim Inafis, mayat laki-laki tersebut diduga merupakan anggota kelompok Santoso yang diketahui bernama Andika. Jenazah Andika diberangkatkan menuju ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sulteng, di Palu.

DPO Basri alias Bagong beserta Jenazah Andika tiba di RS Bhayangkara. Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulteng Hari Suprapto menerangkan, mayat Andika ditemukan oleh Satgas Tinombala sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelumnya mayat itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak mengambil material pasir di Sungai Puna, Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Polsek Poso Pesisir Selatan.

AKBP Hary Suprapto Kabid Humas Polda Sulteng, yang juga Ketua Satgas Penerangan Operasi Tinombala Poso, membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurut dia, mayat itu ditemukan oleh warga Desa Tangkura yang kemudian dievakuasi ke Polsek Poso Pesisir Selatan.

“Iya, ada satu jenazah, jenis kelamin laki-laki, kini telah di Polsek guna penyelidikan selanjutnya,” tutur Hary.




Mayat anggota santoso ditemukan dengan mengenakan kaos lengan panjang warna hitam dan celana panjang biru dongker. Terdapat bom lontong dalam rompi yang dikenakan. Kondisi mayat pada saat pertama kali ditemukan diperkirakan belum lama hanyut, karena semua anggota tubuh masih lengkap dan belum terjadi pembengkakan.

Saat melakukan olah TKP di sekitar Sungai Puna, juga ditemukan sebuah karung yang berjarak kurang lebih 50 meter dari posisi mayat, berdekatan dengan Jembatan Gantung Gantinadi yang diduga barang bawaan dari mayat tersebut berupa, tas dari karung yang berisi : Satu toples berisi pisang rebus, Sepatu dua pasang warna putih, 2 pasang kaos kaki warna biru, Tenda warna biru terikat, Beras di dalam karung putih kurang lebih 2 kg, serta berbagai peralatan untuk dipergunakan di dalam hutan.

Tim Inafis Satgas Tinombala masih terus melakukan proses identifikasi awal. Sedangkan identifikasi lengkap akan dipastikan menunggu hasil tim DVI yang akan bekerja untuk proses identifikasi. Jumlah DPO kelompok Santoso yang tersisa tinggal 12 orang lagi. Dugaan sementara mayat Andika ini hanyut terbawa derasnya arus sungai Puna saat akan menyeberang bersama Basri, Nurmi dan Sobron.

“Andika diduga tewas terbentur batu saat terseret derasnya sungai Puna, ketika hendak menyeberang. Basri dan istrinya Nurmi berhasil kita tangkap, sementara Sobron melarikan diri dan saat ini sedang dilakukan pengejaran,” tutur Hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.