Ada apa dengan kuda di AS?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





www.youtube.com
www.youtube.com

Medan, Jelasberita.com|Ada perencanaan yang diambil oleh pemerintahan Amerika Serikat (AS) untuk membunuh kuda-kuda liar yang berada di penampungan demi membuka lahan bagi perternakan.

Seperti yang dikutip dari Independent, Kamis (15/9/2016) telah dilakukan pemungutan suara oleh Biro Pengelola Tanah (BLM)  dari Kementerian Luar Negeri AS yang menghasilkan keputusan bahwa sekitar 45.000 ekor kuda liar yang harus dibunuh. Hal ini diambil karena disebut sebagai ‘tindakan darurat’, kebijakan ini akan dibiayai oleh pajak.




Untuk bagaimana cara ‘pembunuhan’ kuda dan kapan persisnya kuda-kuda tersebut akan diakhiri hidupnya belum jelas.

Awalnya puluhan ribu ekor kuda itu menempati lahan-lahan pribadi, lalu dengan terpaksa hewan-hewan mamalia itu dipindahkan karena lahan-lahan mereka sebelumnya telah beralih tempat menjadi tempat menggembalakan ternak.

Ada sekitar 50.000 ekor kuda liar di seluruh negeri Paman Sam tersebut.

Dalam rekomendasinya, BLM menyebutkan bahwa kuda-kuda liar itu tidak layak untuk diadopsi juga dijual dalam jangka panjang maupun pendek sehingga harus ‘dimusnahkan’ dengan cara selayak mungkin.




Holly Hazard dari Humane Society of the United States menolak pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa pemungutan suara tersebut telah menimbulkan ‘kesalahan persepsi yang berkepanjangan’.

Hazard mengatakan bahwa keputusan BLM yang merekomendasikan pembunuhan 45.000 kuda liar di tempat penampungan adalah bentuk dari pelepasan tanggung jawab dalam merawat hewan-hewan tersebut.

Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional menyarankan kepada  BLM untuk memberi suntikan kontrasepsi kepada hewan-hewan tersebut. Namun langkah ini dinilai tidak praktis.

Lebih dari 59.000 orang telah menandatangani petisi di change .org yang menyerukan untuk menyelamatkan kuda-kuda tersebut. Untuk saat ini diketahui hanya satu penasehat BLM yang menentang hasil pemungutan suara.

Direktur Eksekutif The Cloud Foundation, Ginger Kathrens memberikan desakan agar pihak berwenang tetap waspada dengan upaya pembunuhan hewan-hewan tersebut.BLM masih harus menunggu persetujuan kongres AS agar hasil pemungutan suara nantinya dapat berjalan mulus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.