Uji Coba Nuklir Korea Utara Yang Kelima

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Uji Coba Nuklir Korea Utara Yang KelimaUji Coba Nuklir Korea Utara Yang Kelima




Image via https://news.idntimes.com

Washington, Jelasberita.com | Uji coba nuklir kembali dilakukan oleh Korea Utara (Korut), hal ini kelima kalinya dilakukan, uji coba nuklir tersebut telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye setelah usai uji coba nuklir, langsung mendapat telepon dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Institut Persenjataan Korea Utara, menyatakan seperti yang diedarkan kantor berita KCNA,  bahwa uji coba itu merupakan keinginan kuat Partai Buruh Korea dan rakyat Korea untuk “membalas jika ada provokasi dari pihak lawan”. Uji coba ini memunculkan reaksi dari dunia internasional, terutama negara-negara yang berdekatan dengan Korea Utara.

Kantor kepresidenan Korsel, Blue House juga menyatakan, Obama mengatakan akan mengambil tindakan sesuai traktat pertahanan bersama dengan Korsel. Hal ini dikatakan dalam percakapan telepon selama sekitar 15 menit.  Termasuk akan memberikan perlindungan nuklir terhadap Korsel dari setiap ancaman Korut.

Kedua pemimpin sepakat menggunakan semua cara-cara yang ada untuk menekan Korut agar menghentikan program nuklirnya. Ini termasuk, mengeluarkan resolusi baru Dewan Keamanan PBB. Obama memastikan bahwa AS akan melindungi negara-negara sekutu dari setiap ancaman Korut.




“Kami akan memastikan bahwa kami akan melakukan langkah-langkah defensif sehingga Amerika terlindungi, sekutu-sekutu kami terlindungi, kami akan terus memberikan tekanan-tekanan paling keras terhadap Korut sebagai konsekuensi atas tindakannya ini” tutur Obama kepada para wartawan di Laos.

Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye menyebutnya sebagai tindakan “penghancuran diri sendiri” dan “kecerobohan yang gila” dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Rusia dan Cina juga menyatakan kutukan terhadap uji coba tersebut. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan uji coba itu patut disesali dan Rusia mengutuk tindakan tersebut.

Uji coba nuklir yang kelima digelar Korut pada hari Jumat (9/9) ini berdaya ledak sekitar 20-30 kiloton. Pengamat memperkirakan uji coba nuklir kelima itu memiliki kekuatan terbesar dibandingkan uji coba sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Korea Utara. Cina Xinhua menyebut uji coba yang dilakukan Korea Utara mengejutkan dan tidak bijaksana, serta dapat “menambah minyak ke dalam api”.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat uji coba nuklir kelima Korut, menghasilkan getaran gempa 5,3 SR. Pusat gempa dilaporkan berada di sekitar Punggye-ri, yang diketahui merupakan lokasi uji coba nuklir Korut.

Sejauh ini, Korea Utara tercatat telah menggelar lima kali uji coba nuklir yang selalu memicu kecaman internasional. Uji coba nuklir sebelumnya terjadi pada Januari 2016 lalu, dengan daya ledak saat itu diperkirakan hanya mencapai 6 kiloton saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.