BIN Fokus Menghadapi Ancaman Cyber War

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Image Via http://ntmcpolri.info/
Image Via http://ntmcpolri.info/

Jakarta, Jelasberita.com | Ancaman terhadap negara sudah semakin kompleks. Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Komjen Budi Gunawan harus memfokuskan institusinya agar siap menghadapi cyber war. Seperti yang dipaparkan oleh Calon Kepala BIN Budi Gunawan. Ancaman tersebut mulai dari cyber war hingga radikalisme.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan Budi menjelaskan, bahwa ancaman strategis terhadap keamanan nasional yang muncul dari eksternal semakin kompleks, sedangkan yang tradisonal bersifat asimentris dan tidak berpola, hal ini dipaparkan di Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).




Dalam sesi pemaparan visi secara tertutup, Budi menyampaikan misi dan program. Budi lebih merincikan kembali ancaman-ancaman tersebut. Ancaman geostrategi mencakup ketegangan di berbagai wilayah, terutama antara Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia dan sekutunya, ketegangan di Laut China Selatan, Semenanjung Korea, hingga gejolak di Turki.

Terdapat juga persaingan global dalam bidang politik, pertahanan, dan keamanan. Ancaman dalam bentuk perang proxy atau proxy war juga terjadi. Dengan demikian tantangan BIN kedepan adalah digital intellegence (intelijen digital) untuk memasuki era tekhnologi.

Perkembangan teknologi informasi, dan komunikasi dewasa ini membuat meningkatnya penggunaan internet dan smartphone. Hal tersebut menimbulkan banyaknya ancaman dari dunia maya atau cyber war.

Hal-hal yang juga perlu diwaspadai menurut Budi adalah perkembangan aliran ekstrim karena radikalisme seperti ISIS dan jaringan teroris Santoso. Juga munculnya paham anti Pancasila.




“Sementara, kelompok kriminal bersenjata baik luar maupun dalam negeri dapat mengancam keamanan WNI. Seperti WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina,” dituturkan Wakapolri ini.

Ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah sengketa di area perbatasan, pelaksanaan Pilkada dan Pemilu serentak, potensi konflik sosial, kejahatan terorganisir, hingga kondisi ekonomi yang masih rentan. Budi berjanji mewujudkan BIN yang profesional, objektif, dan berintegritas.

Peningkatan anggaran untuk BIN juga diperlukan. Mengingat kerja intelijen sangat penting untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini suatu peristiwa.

“Untuk meningkatkan peran dan kemampuan BIN agar mampu menghadapi ancaman nasional serta mendukung kebijakan pemerintah,” ucap Budi.

BIN sebenarnya memiliki banyak peralatan, hanya saja penggunaanya belum optimal. Sehingga kedepan, BIN harus lebih memaksimalkan peralatannya tersebut agar kerja-kerja intelijen mampu membantu pemerintahan.

Budi menekankan ‘optimalisasi’ dalam visinya sebagai Kepala BIN. Di antaranya adalah optimalisasi pelaksanaan dan peran BIN sebagai koordinator fungsi intelijen dan deteksi dini, juga optimalisasi kapasitas personel hingga teknologi dan manajemen.

“Karenanya perlu langkah optimalisasi dalam rangka pembenahan BIN ke depan agar bisa menjadi pelaksana intelijen negara yang andal,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.