AJI Medan Mendapat Pelatihan Perbankan dari Bank SUMUT

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




bank sumut jurnalis academy 2

Medan, Jelasberita.com | Guna meningkatkan pemahaman produk perbankan bagi jurnalis local yang ada di Kota Medan, maka Bank Sumut dan Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Peranan Perbankan Bagi Masyarakat SUMUT. Hal ini di sampaikan oleh direktur utama Bank SUMUT terpilih tahun 2015 yaitu bapak Edie Rizliyanto dalam kata sambutan pembukaan pelatihan produk perbankan angkatan ke dua.




Perbankan merupakan salah satu penopang ekonomi di Indonesia maupun di banyak negara lainnya, terutama dalam penyaluran dana kredit bagi para pengusaha maupun UMKM yang membutuhkan modal tambahan. Bank SUMUT yang memiliki lebih dari 200 kantor tersebar di Sumatera Utara siap melayani dan membantu masyarakat dalam pendanaan usaha dan penyediaan sumber daya, tutur bapak Dirut Bank Sumut ini.

Hari pertama kegiatan pelatihan perbankan bagi jurnalis ini mendapatkan pemahaman peran BPD dimasa yang akan datang oleh pengamat ekonomi bang Gunawan Benjamin yang juga broker di Lautandana Sekuritas.

Menurut bang Gunawan, perbankan menghadapi era yang sangat sulit jika tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi. Apalagi Bank Sumut yang masih berada di BUKU 2 dengan asset di antara 1-5 triliun, harus bisa mengimbangi pemain-pemain besar seperti bank Mandiri, BCA, BNI, dll.

Pada kesempatan yang sama, professional manager bagian kredit Ritel yaitu Bapak Edywan Putra Ginting mengatakan saat ini penyaluran kredit Bank SUMUT 80% nya adalah kepada ritel yang pinjamannya di bawah 500juta.




Total produk yang  ada di Bank SUMUT berjumlah 30 produk, beberapa diantaranya  adalah pinjaman PERMAISURI yang di peruntukkan bagi kaum wanita dengan jumlah pinjaman antara 1 – 5 juta rupiah dengan ketentuan bunga flat 15,6% per tahun. Keunggulan produk ini adalah tidak diperlukan adanya agunan atau jaminan oleh kreditur, cukup dengan adanya komitmen dari kelompok arisan sudah cukup.

Bagi UMKM atau pengusaha yang butuh pendanaan yang lebih besar, bank SUMUT juga menyediakan produk dengan jumlah pinjaman hingga 500 juta rupiah, tapi kreditur harus memberikan jaminan berupa sertifikat tanah, rumah, BPKB, atau jika tidak memiliki surat tersebut dapat juga menjaminkan barang-barang yang ada di rumah, sehingga tidak ada alasan bagi kreditur tidak memiliki barang jaminan.

Pembicara lainnya dalam pelatihan ini, ada Bapak Zulfikar selaku professional Manager bagian Akuntasi dan divisi syariah juga membagi cerita tentang bagaimana menilai kesehatan dari sebuah perusahaan perbankan.

Mengukur tingkat kesehatan sebuah bank, harus ada branchmark atau acuan untuk dapat menilai kesehatan perbankan. Return On Equity (ROE)  bank SUMUT berada di 36,9% yang masih berada di atas branchmarknya yaitu 12%. Hal ini sangat bagus karena dalam satu tahun bank SUMUT bisa memberikan return hingga 36,9% yang sangat tinggi jika di bandingkan dengan bunga deposito, obligasi, atau instrument investasi lainnya, jelas Pak Zulfikar. (ysp)




Leave a Reply

Your email address will not be published.