Aurat Wanita Muslim Hanya Boleh Terlihat Pada Orang-Orang Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




aurat wanita

Seorang wanita muslim memiliki kewajibkan untuk menutup auratnya dengan menggunakan hijab atau biasa dikenal dengan jilbab. Hal ini adalah karena untuk melindungi dirinya dari syahwat laki-laki. Hal ini sudah dijelaskan di dalam surat al Ahzab ayat 59.




Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”. (QS al-Ahzab: 59).

mengutip dari isi buku milik Inayati Ashriyah dengan judul Ibadah Ringan Berpahala Besar untuk Wanita, wanita diperbolehkan untuk memperlihatkan bagian auratnya seperti rambut kepada orang-orang tertentu termasuk mahramnya ketika berada di dalam rumah. Hal ini sudah diterangkan oleh Allah swt di dalam Al Qur an surat An Nuur [23]: 31.

Mereka yang boleh melihat aurat wanita mahramnya adalah:
1. Suami
2. Ayah
3. Ayah mertua
4. Anak lelaki kandung
5. Anak lelaki dari suaminya (Anak lelaki tiri)
6. Saudara laki-laki (kakak atau adik)
7. Anak lelaki dari saudara laki-laki (keponakan)
8. Anak lelaki dari saudara perempuan (keponakan)
9. Wanita-wanita islam
10. Budak-budak yang ia miliki
11. Pelayan-pelayan lelaki yang tidak memiliki nafsu syahwat terhadap wanita
12. Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat

Dan hendaklah mereka kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak punya keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita,”. (QS An Nuur [24]: 31).

Walaupun diperbolehkan untuk memperlihatkan aurat tetapi harus ada batasannya dan ini setiap mahram berbeda-beda karena ditinjau dari tingkatan mahram yang berbeda pada setiap hubungan pribadi.




Seorang wanita akan terjaga auratnya di hadapan ayah dan saudara laki-lakinya namun bila di dalam rumah ada laki-laki lain maka wajib menutup seluruh bagian aurat kecuali muka dan telapak tangan.

Imam Hambali dan Imam Malik menyampaikan lebih jelas soal aurat ini. Menurut kedua imam bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki mahramnya adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan ujung-ujung anggota tubuh seperti kepala, kuduk, dua tangan dan dua kaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published.