Momentum Pemulihan di Usia 39

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




sri mulyani




Ibu Sri Mulyani Menyampaikan Pidatonya dalam HUT BEI ke 39

Jakarta, Jelasberita.com | Tahun pasar modal Indonesia merayakan ulang tahun ke-39 sejak diaktifkan kembali pada tahun 1977. Tonggak sejarah Pasar Modal Indonesia sesungguhnya dimulai sejak 14 Desember 1912, melalui kehadiran Bursa Efek Amsterdam di Batavia (kini Jakarta). Setelah kesuksesan Bursa Efek Batavia, kemudian berdiri Bursa Efek Surabaya pada 11 Januari 1925 dan Bursa Efek Semarang pada 1 Agustus 1925. Namun, akibat pergolakan perang, setelah pecahnya Perang Dunia II, pemerintah Belanda harus menghentikan seluruh aktivitas bursa efek di Indonesia pada tahun 1940.

 

Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia kemudian menghidupkan lagi aktivitas bursa efek, berdasarkan UU No. 15 Tahun 1952. Bursa efek ini resmi aktif pada 3 Juni 1952, dengan penyelenggaraan diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efek (PPUE). Menteri Keuangan, Soemitro Djojohadikusumo menunjuk Bank Indonesia menjadi penasihat sekaligus penyelenggaraan bursa. Sekali lagi, akibat pergolakan pasca kemerdekaan RI, hingga diaktifkan kembali pada tahun 1977. Saat itu PT Semen Cibinong Tbk menjadi emiten pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

 




Seiring berjalannya waktu, BEI telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi, sekaligus konsisten memberikan keuntungan bagi para pemodal, baik individu maupun institusi. Dalam rentang waktu tersebut, pasar modal Indonesia tidak terhindar dari krisis ekonomi, baik lokal maupun global. Beberapa tahun terakhir, terhitung sejak 2008, pasar modal Indonesia dan dunia, harus melewati tantangan serius seiring merebaknya ekonomi global. Meski demikian, dalam rentang waktu tersebut, para pemodal yang berinvestasi di pasar modal tetap bisa menikmati keuntungan dari konsistensi berinvestasi. Contoh sederhana, pada krisis tahun 2008, indeks haraga saham gabungan sempat melorot hingga di bawah level 2.000 dari posisi sekitar 4.100. Namun, secara perlahan pasar saham kembali pulih dan IHSG mencetak rekor tertinggi pada level 5.500 pada April 2014.

 

Namun, memasuki paruh kedua 2014, akibat kondisi ekonomi global yang kembali melambat, pasar saham kembali lesu dan IHSG sempat melorot hingga di bawah level 3.000. Pada 2015, pasar kembali berkonsolidasi dan tahun ini ada tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Hal itu ditandai dengan keniakan IHSG yang signifikan dengan mencapai kisaran 5.420 pada pekan pertama Agustus 2016. Kenaikan IHSG tersebut menempatkan BEI sebagai bursa dengan kenaikan tertinggi di dunia. Seiring dengan itu nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia pun melesat menjadi Rp5.838,51 yang sekaligus merupakan nilai kapitalisasi BEI tertinggi dalam sejarah.

 

Jika dicermati, momentum ini berhubungan erat dengan pelaksanaan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Presiden Joko Widodo yang turun langsung dalam berbagai kesempatan sosialisasi program pengampunan pajak, mendapat respons positif di pasar modal. Respons itu terlihat dari jumlah kehadiran para wajib pajak yang melampaui ekspektasi pada sejumlah kota.

 

Pemerintah menargetkan bisa memobilisasi dana sebesar Rp165 triliun dalam periode program pengampunan pajak (tax amnesty). Dana-dana dari program tax amnesty diharapkan bisa diinvestasikan pada berbagai instrumen investasi di pasar modal. Selanjutnya dana-dana ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan proyek infrastruktur yang digagas pemerintah. Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalokasikan porsi pembangunan infrastruktur hingga 15% dari APBN atau jauh lebih tinggi dari periode sebelumnya yang hanya sekitar 5%. Selama periode 2015 – 2019, pemerintah menganggarkan dana Rp5.500 triliun untuk pembangunan infrastruktur, atau Rp 300 triliun per tahun. Dari jumlah itu pemerintah hanya sanggup mendanai dari APBN sekitar 50%, sehinggga sisanya diperoleh dari sumber lain. Program tax amnesty diharapkan bisa menyokong upaya pemerintah tersebut.

 

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida mengatakan, para Manager Investasi siap berperan dalam penyerapan dana repatriasi, melalui penerbitan berbagai instrumen keuangan. “Instrumen MI bisa saham, obligasi, DIRE, atau RDPT. Artinya kalau tax amnesty sudah masuk ke bank persepsi bisa langsung dimasukkan ke MI gateway,” ujar Nurhaida.

 

Dalam berbagai kesempatan, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengajak para wajib pajak yang belum menunaikan kewajiban untuk memanfaatkan program pengampunan pajak. Menurut Tito Sulistio, selain keamanan dana dijamin undang-undang, para pemilik dana juga bisa menyalurkan dananya untuk berinvestasi pada instrumen-instrumen yang tersedia di pasar modal. Seiring HUT Pasar Modal ke-39, momentum pemulihan kini mendapat support positif dari pemerintah. Kebijakan pemerintah terkait amnesti pajak diharapakan terus mempertahankan momentum positif kembangkitan pasar modal Indonesia. (TIM BEI)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.