Tanda-tanda Pasangan Anda Belum Siap Menikah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





makasar.tribunnews.com
makasar.tribunnews.com

Medan, Jelasberita.com| Pernikahan merupakan sesuatu hal yang sangat sacral. Oleh karena itu, jika Anda ingin melanjutkan langkah Anda dengan pasangan Anda ke langkah yang lebih serius sebaiknya Anda yakin terhadap pasangan Anda terlebih dahulu.

Perasaan dan pandangan Anda adalah bentuk dari keyakinan itu sendiri, namun kepastian dari sisi pasangan Anda dapat menyempurnakan keyakinan Anda tersebut.




Terkadang cinta membutakan segala sesuatu sehingga Anda tidak tahu betul apakah pasangan Anda mau menikah atau siap menjalani hubungan yang lebih serius seperti pernikahan atau tidak.

Seperti dilansir dari Huffington Post berikut tanda-tanda ketidaksiapan pasangan Anda untuk maju ke Pernikahan dari beberapa konselor pasangan professional, yakni:

  1. Berperilaku kekanak-kanakan

Kurt Smith, seorang konselor hubungan pernikahan sekaligus direktur untuk Guy Stuff Counselling & Coaching, mengatakan bahwa hal yang paling menonjol dalam menunjukkan suatu ketidaksiapan  seseorang untuk menikah adalah ketika sikapnya seolah seperti anak kecil atau anak muda yang masih menikmati kehidupan remajanya.

 




Pernikahan mengharuskan seseorang untuk focus dan juga berperilaku sedewasa mungkin namun bukan berarti mengurangi atau tidak boleh bersenang-senang.

 

  1. Sekedar Penasaran

 

Di awal Anda memulai sebuah hubungan, hubungan Anda tersebut akan berasa seperti petualangan seru, penuh dengan kemesraan, romansa, hasrat dan juga misteri. Namun seiring berjalannya waktu, hal-hal tersebut akan berkurang kadarnya dan ini merupakan kenyataan yang tak dapat di pungkiri.

 

Dari hal ini lah Anda tahu apakah pasangan Anda betul-betul siap menikah atau hanya ‘main-main’ saja. Hal tersebut dapat Anda perhatikan dari pasangan Anda yang kurang bersemangat, sering kecewa atau mengecewakan, jarang memanjakan Anda, tidak lagi memprioritaskan Anda atau tidak peduli akan hidup atau apa yang Anda sedang lalui? Jika iya, maka tanpa pikir panjang anda harus sadar bahwa ia belum atau tidak siap masuk ke ranah perkawinan.

 

  1. Menganggap nikah ‘beban’ bukan ‘berkah’

Menurut seorang konselor pernikahan bernama Winifred M. Reilly, pasangan Anda seharusnya semakin bersemangat meskipun pasangan Anda mengetahui rintangan dan tantangan dalam dunia pernikahan. Ketika raut wajah pasangan Anda berubah sembari menarik napas panjang pada saat kata ‘nikah’ Anda lontarkan, maka pasangan Anda tersebut secara langsung ataupun tidak langsung menganggap hal tersebut merupakan beban bagi dirinya.

 

  1. Tidak mau mendekatkan diri dengan keluarga Anda

 

Coba perhatikan bagaimana pasangan Anda dengan keluarga Anda dan Keluarganya. jika Anda yang lebh banyak menghabiskan waktu dengan dan untuk keluarganya dan pasangan Anda sebaliknya, jarang melakukan hal yang serupa kepada keluarga Anda, maka yang perlu Anda ketahui adalah bahwa pasangan Anda menjadikan dirinya menjadi pusat dari hubungan Anda. Itu adalah tanda bahwa dia tidak siap menikah namun juga kurang menghargai keluarga Anda.

 

  1. Tidak bisa bilang ‘tidak’

 

Kesulitan menolak ajakan teman untuk pergi atau bermain, kesulitan menabung dan rajin menghamburkan uang hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi. Hal-hal ini adalah sesuatu tanda bahwa pasangan Anda masih terperangkap  di usia remaja adalah bukan calon yang tepat untuk Anda nikahi.

 

  1. Mengulur waktu

 

Hal ini merupakan cirri terparah karena pada awalnya mereka akan terlihat bersemangat atau menyetujui hubungan Anda ke jenjang pernikahan dengan memberikan anda ‘janji-janji surga’ diawalnya. Namun janji tersebut hanya kata-kata tanpa aksi untuk menyokongnya, karena pasangan Anda akan merasa terbeban dengan pembicaraan Anda tentang pernikahan.

 

Jika Anda bersikeras untuk terus menanyakannya, ia akan menyerang Anda balik dengan pertanyaan dan pernyataan seperti, “jadi kamu tidak percaya dengan aku?”, “tolong mengerti posisiku,”, “Bisakah kamu sabar sebagaimana aku sudah sabar menghadapi kamu?” dan lainnya.

 

Pasangan akan membuat seolah Andalah yang bersalah karena terus menekannya padahal sebetulnya ia tidak siap di satu sisi namun di sisi lain takut kehilangan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.