KKG/MGMP Bisa Tingkatkan Kompetensi Guru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





1.Subagyo (berdiri) menyampaikan pengalamannya mengoptimalkan KKG dalam acara Kopi Darat Diskusi Pendidikan yang diselenggarakan di Kemendikbud, Jakarta.
Subagyo (berdiri) menyampaikan pengalamannya mengoptimalkan KKG dalam acara Kopi Darat Diskusi Pendidikan yang diselenggarakan di Kemendikbud, Jakarta.

Medan, Jelasberita.com| Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang difasilitasi dengan baik dan relevan dengan kebutuhan guru untuk meningkatkan kompetensinya sangat berdampak dalam peningkatan kualitas pembelajaran. KKG/MGMP menjadi wadah untuk berbagi pengalaman keberhasilan atau menyelesaikan masalah yang ditemui dalam pembelajaran. Melalui forum pertemuan tersebut, para guru jadi bisa saling belajar dari pengalaman sesama guru. “Kami diundang untuk berbagi keberhasilan soal KKG dan MGMP secara nasional. Kami mengirim Ibu Wahyuning Widhiati, Sekretaris MGMP Bahasa Inggris Banjarnegara, Jawa Tengah, dan Bapak Subagyo Pengawas Sekolah Dasar yang menjadi fasiliatator dan pendamping KKG di Kecamatan Taman, Sidoarjo, pada acara Kopi Darat Diskusi Pendidikan dengan tema “Apa Kabar Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran?” yang diadakan di Kemendikbud Jakarta beberapa waktu lalu,” terang Juru Bicara USAID PRIORITAS Sumut Erix Hutasoit di Medan, Sabtu (23/7).

Subagyo menyatakan bahwa sebelumnya KKG di tempatnya lebih sering dijadikan tempat berkumpul guru-guru hanya untuk ngobrol, makan bersama, bahkan melakukan kegiatan arisan. Adanya program USAID PRIORITAS, program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan dukungan kebijakan Bupati Sidoarjo yang mengeluarkan Perbup Nomor 38/2013 tentang Pembinaan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, membuat dia berinisiatif untuk memberdayakan KKG di daerah dampingannya. “Perbup Nomor 38/2013 salah satu isinya mewajibkan guru untuk menyisihkan 5% dana tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk peningkatan kompetensinya. Hal ini menjadi peluang bagi saya untuk mendorong guru meningkatkan kompetensinya terkait program PKB dengan memanfaatkan USAID PRIORITAS yang kegiatannya secara terjadwal dilaksanakan di KKG,” katanya.




Subagyo melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah dan guru, mengidentifikasi pelatihan yang dibutuhkan guru, berkoordinasi dengan dinas pendidikan, K3S, dan fasilitator daerah (Fasda) USAID PRIORITAS untuk menyusun jadwal kegiatan pelatihan guru secara berkelanjutan di KKG. “Dampak dilaksanakannya KKG yang optimal antara lain guru sudah menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, penataan kelas lebih kreatif, hasil karya siswa lebih bervariasi dan dipajangkan,” jelas Subagyo.

Wahyuning mengungkapkan bahwa pertemuan MGMP kini menjadi sesuatu yang ditunggu, karena ada hal – hal baru, implementatif, dan sesuai dengan kebutuhan guru. Pertemuan rutin yang dilaksanakan MGMP bahasa Inggris adalah setiap hari Selasa dengan mengangkat tema yang aktual. “Beberapa dampak yang sudah kami rasakan antara lain dalam kancah lomba penulisan karya ilmiah di Kabupaten Banjarnegara, sekarang guru bahasa Inggris juga banyak ambil peran, yang sebelumnya sering dikuasai mapel Matematika dan IPA. Bahkan guru bahasa Inggris bisa menjadi juara 1 lomba penelitian tindakan kelas (PTK) dan guru berprestasi tahun 2016. Selain itu, media sosial marak akan posting pembelajaran di kelas sebagai ajang tukar pengalaman guru,” papar Wahyuning (Dewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.