Pentingnya Menentukan Skala Prioritas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Deonal Sinaga#1Oleh Dr Deonal Sinaga*)

KITAB Lukas 10: 38-42 menegaskan, pentingnya menentukan skala prioritas dalam hidup. “Tading do na ringkot dibahen na rumingkot,” demikian ungkapan hikmat dalam bahasa Batak Toba. Artinya, banyak perihal yang penting untuk dikerjakan, tetapi sesuatu yang lebih penting mustilah diutamakan.




Menentukan apa yang paling penting, membutuhkan hikmat dan kebijaksanaan. Marta dalam kisah Injil ini adalah orang baik, bahkan sangat baik. Kebaikan dan kebajikannya bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga perbuatan. Ia melayani Yesus dan murid-muridnya. Tidak ada yang salah dengan itu, bahkan justru demikianlah seharusnya: “melayani, bukan dilayani.”

“Apa yang salah dengan Marta?” Yang kurang adalah, ia merasa tidak nyaman dengan keputusannya itu. Ia cemburu, iri, bahkan usil dengan keputusan saudaranya: Maria. Maria memilih mendengar kata-kata bijak – Firman yang terucap dari mulut Yesus. Maria senang dengan kisah-kisah dan ajaran-Nya. Karena itu Marta merasa gerah dan marah, sehingga meminta Yesus menegur Maria agar mau membantu Marta melayani.

Yesus berkata, “Maria telah memilih yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.” Marta tidak tahu bahwa apa yang dilakukan Maria itu jauh lebih baik dan lebih penting dari apa yang dilakukannya.

Pelajaran berharga dari kisah ini, antara lain: [1] Sangat baik kalau kita mau berefleksi akan apa yang biasa kita lakukan. Apakah itu sesungguhnya yang terbaik bagi kita, bagi sesama dan bagi Tuhan? Melihat kemungkinan lain sangatlah berharga. Belajar dari yang lain, bisa menjadi pelajaran berharga yang merubah ke arah yang lebih baik.




Kita tidak perlu menghakimi (judgemental) apa yang dilakukan orang lain. Jangan usil dengan sikap dan tindakan orang lain. Yang penting, pilih yang terbaik, hingga yakin betul bahwa itulah yang terbaik.

Mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh adalah jalan terbaik. Kita tidak akan pernah menyesal karenanya, apapun resikonya. Sama seperti yang dilakukan Maria. Saya yakin saudara, saya, kita melakukan pilihan terbaik dalam hidup ini!

Dear friends, I wish you a joyful and beautiful Sunday! BE BLESSED!

 

*) Penulis adalah seorang pendeta. Kini melayani di HKBP Cinta Damai

Leave a Reply

Your email address will not be published.