Jutaan Data Terduga Teroris Bocor di internet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





humas.banyuasinkab.go.id
humas.banyuasinkab.go.id

Medan, Jelasberita.com|Database Global yang berisi rincian 2.2 juta terduga teroris bocor di dunia maya ini bernama World Check.

Sebagai system peringatan dini terhadap risiko tersembunyi, database ini di gunakan oleh lebih dari 300 agensi intelijen dan pemerintah, 49 bank terbesar serta 9 firma hukum global.




Seperti yang dikabarkan, database ini berisi daftar-daftar hitam orang-orang yang dicurigai terhubung atau memiliki hubungan dengan terorisme.

Database yang senilai US$ 530 juta (Rp 6.9 Triliun) ini merupakan mili dari perusahaan informasi Thomson Reuters.

Peneliti Keamana Chris Vickery, mengumumkan bahwa kebocoran itu akun Reddit. Chris Vickery memperoleh salinan World-Check berisi data sejak 2014.

Data tersebut juga masih tersebar di online dan juga Vickery hanya mengungkap lokasi database kepada pihak Thomson Reuters saja.




Vickery menyebutkan bahwa hanya sebagian kecil kategori teroris dalam dokumen database tersebut. Selebihnya isi database itu terkait dengan pencucian uang, kejahatan terorganisasi, penyuapan dan korupsi.

Bagi perusahan yang mengakses data tersebut, biasanya Thomson Reuters membebankan biaya langganan senilai US$ 1 juta (Rp 13 miliar)  per tahunnya bagi perusahaan yang ingin mengakses. Namun dengan kebocoran ini Vickery mengingatkan bahwa masih ada kemungkinan lubang keamanan untuk mengakses database tersebbut dapat di unduh tanpa harus membayar biaya pelanggan.

Sementara itu, hingga kini Thomson Reuters masih mencoba untuk mengamankan laman tersebut. Pihak perusahaan informasi juga merasa berterima kasih kepada Chris Vickery karena telah member peringatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.