Menguak Misteri Dalan Rusuh Jakmania

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




bola.liputan6.com




bola.liputan6.com

Medan, Jelasberita.com| Korban tawuran rusuh antara supporter Persija atau jakmania pada jumat 24 Juni 2016, Brigadir Hanafi kini sudah mulai membaik walaupun masih terkulai lemah di salah satu kamar perawatan Rumah Sakit Polri Kramtjati, Jakarta Timur. Saat namanya di panggil, tubuhnya sudah merespon dengan gerakan-gerakan seadanya.

Hanafi mengalami babak belur dan geger otak saa bertugas mengamankan jalannya laga pertandingan antara Persija Kontra Sriwijaya FC dalam ajang Torabka Soccer Championship 2016 di Gelora Bung-Karna. Di saat kerusuhan terjadi Hanafi tidak menyadari bahwa ia telah terpisah dengan rekan-rekannya yang mengamankan kerusuhan tersebut.

Selain mengalami kekerasan dan pemukulan, Brigadir Hanafi juga terkena dan tertimpa pagar pembatas. Namun hal itu belum di pastikan apakah terkait dengan perlakuan sengaja Jakmania atau adanya factor lain.

Menurut pemeriksaan pihak medis diketahui bahwa Brigadir Hanafi mengalami tidak kekerasan menggunakan benda tupul dan sejumlah luka parah di deritanya pada bagan kepala.




Kerusuhan yang bermula saat seorang supporter Persija, Jakmania nekat enerobos pagar pembatas ke lapangan saat pertandingan sedang berlangsung. Akibat dari hal itu, pertandingan sempat terhenti beberapa saat. Petugas yang berjaga pun langsung turun tangan menghalau sang penonton keluar lapangan agar pertandingan dapat kembali di lanjutkan.

Namun tak lama berselang, supporter Macan Kemayoratan tersebut malah bertambah brutal. Merek alangsung merusak pagar pembatass di tribun penonton. Lalu para supporter pun terlibat benrtok dengan aparat keamanandi pintu III Stadion Utama Glora Bung Krno (SUGBK). Tembakan gas air mata pun dilepaskan untuk membubarkan massa yang semakin anarkistis.

Akibat dari kejadian itu, lima polisi terluka, mobil dinas polisi menjadi sasaran keanarkitisan, mobil Nissan Torrano berwarna hitam hancur dikaca depan pengemudi dan kaca mobil berpelat nomor B1361 RFP pun hancur disisi kiri dan kanannya.

Namun usai penyerangan di GBK, Distro Jakmania di Rawasari, Jakarta Pusat di serang puluhan pengendara motor bersenjata tajam pada keesokan harinya pada pukul 21.30.

Menurut tiga saksi mata yang merupakan anggota Jakmania dan Karyawan distro, penyerang berjumlah sekitar 10 orang. Mereka mengendarai Yamaha RX King, lengkap dengan helm. Lalu mereka memecahkan kaca toko dan merangsek ketoko sambil membawa pedang, bahkan ada juga yang mengacung-acungkan benda mirip pistol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, menegaskan, pihaknya akan terus mencari siapa saja dalang terjadinya benrokan saat laga Persija kontra Sriwijaya FC itu. Sebab, meski sudah menahan 9 Jakmania diduga masih ada anggota suporter lain yang juga terlibat. Meskipun sebagian dari mereka memang masih di bawah umur hal itu tidak akan menghalangi proses hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.