Ribuan Kepiting Berhasil di selamatkan dari Penyeludupan Ke Malaysia Oleh TNI AL

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





tribunnews.com
tribunnews.com

Medan, Jelasberita.com| Ribuan Kepiting yang diseludupkan ke Tawau, Malaysia telah dilepaskan kembali oleh TNI AL Nunukan di kawasan Pantai Berbakau di sekitar Pangkalan TNI AL, Kalimantan Utara, Kamin (23/6/2016).

Kepitingkepiting tersebut sebelumnya dikemas dalam 70 boks, dengan 1 boksnya memiliki berat berkisar 8 kilogram. Kepiting-kepiting tersebut diangkut dengan menggunakan 2 speedboat, SB Dwi Putra dan SB Nur Express.




Di duga kedua speedboat tesebut sudah terbiasa menyeludupkan kepiting betina bertelur ke Tawau, Malaysia.

Ribuan kepiting yang akan diseludupkkan sudah di pastikan melanggar Peraturan No.01 tahun 2015 tentang penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan. Pada pasal ke-2 juga berbunyi jelas bahwa setiap orang dilarang menangkap lobster (Panulirus spp), kepiting (Scylla Spp) dan Rajungan (Portunus pelagicus spp) dalam kondisi bertelur.

“Mayoritas kepiting yang akan dikirim ke Tawau, Malaysia, adalah kepiting betina yang bertelur, memiliki lebar karapak lebih dari 10 sentimeter dan berat per ekor lebih dari 200 gram,“ ujar Penanggung Jawab Wilayah Kerja Nunukan Karantina Ikan Balai Karantina Kelas II Tarakan Ganardi.

Pemicu terjadinya penyeludupan kepiting melalui perairan adalah karena tingginya angka permintaan dan mahalnya harga kepiting bakau di Malaysia. Di Malaysia, 1 kilogram kepiting betina bertelur di hargai 9 Ringgit setara dengan Rp 300 ribu.




Dari Data Balai Karantina Ikan II tarakan Wilayah Kerja Nunukan tercatat bahwa hingga pertengahan 206 sudah terjadi 3 kali pemeriksaan dan pelepasan ribuan kepiting betina bertelur yang akan di seludupkan ke Malaysia hasil tangkapan dari para aparat yang berada di wilayah perbatasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.