Menteri Sosial: Lewat Gerakan Kerakyatan, Stop Kekerasan pada Anak dan Perempuan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Meranti.tribunnews.com
Meranti.tribunnews.com

Medan, Jelasberita.com| Angka kekerasan pada anak dan kaum wanita hampir tiap tahun terus meningkat. Untuk menekan angka kekerasan ini di harapkan semua pihak turun tangan dan ikut serta membantu dan bergerak aktif dalam menekan angka kekerasan.

“Trennya memang cenderung meningkat. Saya minta bangun gerakan kerakyatan untuk mengantisipasinya,” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (25/6/2016).




Gerakan ini memungkinkan seluruh lapisan masyarakat ikut terlibat sehingga peluang untuk melakukan tindak kekerasan dapat di tekan. Karena hal ini merajuk pada catatan tahunan Komnas Perempuan, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan pada tahun 2015 naik 9 persen di bandingkan setahun sebelumnya.

Kompas.com
Kompas.com

“Setelah itu, bila sudah disetujui DPR dan pemerintah, baru dibentuk tim untuk membuat undang-undang,” tambah Khofifah.

Draf finalisasi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah selesai di buat dan akan segera di berikan oleh Komnas Perempuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah.

Meskipun baru tahap finalisasi, kementerian terkait sudak proaktif untuk membentuk aturan soal human trafficking.




Namun hal ini kembali di tegaskan oleh Khofifah akan peran dan gerakan masyarakat yang sangat di butuhkan untuk memberantas kekerasan terhadap anak dan perempuan. Karena kunci utamanya adalah masyarakat. Walaupun Undang-Undang dan Regulasi telah di bentuk namun rakyat tak membantu, peluang terjadinya kekerasan akan tetap terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.