Industri Konstruksi Siap Hadapi MEA Melalui Teknologi Jalla

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

konstruksiMedan, JelasBerita.com | Melalui infrastruktur yang kuat maka Indonesia akan mampu meningkatkan daya saing terutama dengan masuknya ke pasar global dan MEA. Oleh karena itu PT Katama membuat teknologi jalla hasil pengembangan inovasi karya anak negeri.




Presiden Direktur PT Katama, Kris Suyanto pemegang paten pondasi tahan gempa konstruksi sarang laba-laba (KSLL) mengatakan teknologi Jalla (jaring laba-laba) dapat menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah perbatasan. Dan program ini bisa mendkung program Jokowi-JK mempercepat pembangunan infrastruktur.

Kris juga mengungkapkan untuk mewujudkan industrialisasi infrastruktur jalan beton pra cetak, pemerintah dapat memanfaatkan BUMN konstruksi yang saat ini sudah memiliki jaringan di seluruh wilayah Indonesia. Melalui industrialisasi infrastruktur jalan beton pracetak sistim Jalla maka sebanyak 90% kebutuhan konstruksi dapat dikerjakan di pabrik dan hanya 10% di lapangan.

Saat ini sudah dipetakan wilayah-wilayah di tanah air yang memenuhi syarat untuk dibangun pabrik beton pra cetak yakni memiliki banyak bahan pendukung seperti semen, besi, pasir dan lain sebagainya serta tidak terlalu jauh dari lokasi jalan yang akan dikerjakan.

Hal ini selaras dengan keinginan Presiden, dimana pemerataan dan percepatan pembangunan infrastruktur diharapkan menggunakan teknologi karya bangsa sendiri. Asal tau saja, teknologi Jalla ini dikembangkan bersama kalangan akademis dan Kementerian Ristek Dikti. Melalui teknologi ini telah melahirkan Helmy Darjanto, ahli sipil yang mengkhususkan diri dibidang teknologi tersebut.




Leave a Reply

Your email address will not be published.