Pengawas dan Fasilitator Pasar Modal

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Pergerakan perdagangan saham di Bursa efek Indonesia (tribun)
foto: Pergerakan perdagangan saham di Bursa efek Indonesia (tribun)

Jakarta, Jelasberita.com | Amankah bertransaksi saham atau efek lainnya di pasar modal? Pertanyaan ini tentu ada di benak masyarakat calon investor. Pengawasan transaksi di pasar modal dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) yang bertugas mengawasi industri jasa keuangan di Indonesia yang mencakup perbankan, pasar modal, lembaga keuangan non-bank, dan lembaga keuangan mikro.

Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal OJK mempunyai tugas menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan sektor pasar modal yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. OJK memiliki tugas pokok sesuai amanat UU, yaitu menyusun peraturan pelaksanaan di bidang Pasar Modal, melaksanakan Protokol Manajemen Krisis Pasar Modal, menetapkan ketentuan akuntasi di bidang Pasar Modal, merumuskan standar, norma, pedoman kriteria dan prosedur di bidang Pasar Modal, melaksanakan analisis, pengembangan dan pengawasan Pasar Modal termasuk Pasar Modal Syariah, melaksanakan penegakan hukum di bidang Pasar Modal.




Selain itu, OJK juga bertugas menyelesaikan keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, Lembaga Kliring dan Penjaminan, dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Merumuskan prinsip-prinsip Pengelolaan Investasi, Transaksi dan Lembaga Efek, dan tata kelola Emiten dan Perusahaan Publik.

OJK akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperolah izin usaha, persetujuan, pendaftaran dari OJK dan pihak lain yang bergerak di bidang Pasar Modal. Memberikan perintah tertulis, menunjuk dan/atau menetapkan penggunaan pengelola statuter terhadap pihak/lembaga jasa keuangan yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal dalam rangka mencegah dan mengurangi kerugian konsumen, masyarakat dan sektor jasa keuangan, dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisioner.

Semua perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan harus memperoleh izin dari OJK dan akan diawasi operasionalnya oleh lembaga superbody ini.  Ada Dewan Komisioner yang menjadi pimpinan tertinggi OJK yang terdiri dari ketua dan wakil ketua, serta anggota dewan komisioner yang mengepalai pasar modal, perbankan, lembaga keuangan nonbank, sosialisasi dan perlindungan konsumen, serta mengepalai akuntansi.

OJK mengawasi fasilitator perdagangan pasar modal yaitu lembaga-lembaga SRO (Self Regulatory Organization) yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).  BEI menjadi tempat transaksi efek, baik saham, obligasi dan instrumen pasar modal lainnya, dengan menggunakan sistem otomatisasi perdagangan. Investor bertransaksi efek melalui jasa perusahaan efek yang menjadi anggota BEI.




Setelah bertransaksi di BEI, efek yang diperdagangkan diselesaikan atau dipindahbukukan secara otomatisasi oleh KPEI dan KSEI. Saham-saham, obligasi, dan efek lainnya tidak berbentuk fisik melainkan berupa data elektronik yang tersimpan di KSEI yang merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di pasar modal. Investor bisa memantau data efek miliknya yang ada di sistem penyimpanan KSEI, menggunakan SID yang dimiliki investor. SID (Single Investor Identification) adalah nomor indentitas tunggal investor yang diperoleh setelah investor membuka rekening efek di perusahaan sekuritas.

Keamanan data efek investor bisa diawasi langsung oleh masing-masing investor menggunakan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang difasilitasi KSEI. Dana milik investor yang digunakan untuk bertransaksi efek tersimpan di rekening dana nasabah (RDN) yang terpisah dengan rekening perusahaan efek. Sehingga apabila terjadi sesuatu pada perusahaan efek tempat investor menjadi nasabah, dana investor akan tetap aman.

Yang terpenting perlu diingat investor dan terutama calon investor, bertransaksilah melalui lembaga keuangan yang mendapatkan izin dan diawasi OJK. Informasi mengenai lembaga keuangan yang ada dalam pengawasan OJK bisa dilihat di website OJK dan informasi lainnya yang dipublikasi OJK. (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.