Dampak Dari Kesalahan Fatal Orang Tua saat Mereka Bercerai Pada Anak-anak

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




perceraian

Medan, jelasberita.com | Di kehidupan berumahtangga tidak ada yang menginginkan perceraian. Namun, perceraian di ibaratkan sebagai sebuah tindakan amputasi dalan dunia medis. Mungkin secara Pribadi bisa di katakan, Anda bisa bertahan, namun saat anda memilih bertahann selalu ada ketidak seimbangan dalam rumah tangga anda. Hal ini merupakan ungkapan yang cukup popular untuk menggambarkan terjadinya kerusakan mental akibat perceraian.




Sebuah perceraian bukan hanya melibatkkan anda dengan pasangan mantan anda saja namu juga melibatkan anggota keluarga yang lainnya, yaitu anak anda sendiri. Hal pertama yang anda pikirkan saat anda ingin bercerai dengan mantann pasangan anda adalah anak-anak anda, karena apa pun katanya, anak-anak anda yang paling merasa rugi dalam suatu perceraian.

Perceraian dengan melibatkan anak-anak akan memberi efek yang jauh lebih dasyat karena meninggalkan trauma psikologis. Anak-anak anda akan mengatakan dalam hati mereka, tidak akan seperti dulu lagi.

Berikut merupakan daftar kesalahan yang dilakukan orangtua ketika akan bercerai dan melibatkan anak-anak di dalamnya:

  1. Bertengkar di depan anak-anak

Tindakan yang paling bodoh yang sering dilakukan orangtua adalah bertengkar di depan anak-anak mereka. Tindakan yang tidak peduli ini dapat mencederai mental anak-anak anda yang mendengar bahkan melihat pertengkaran anda dengan mantan pasangan anda. Bahkan yang lebih parah menyebabkan anak-anak anda frustasi sekaligus mempunyai perubahan kepribadian.




  1. Jangan berusaha mendapat simpati anak-anak anda

Suatu kesalahan jika anda menunujukkan rasa sakit dan kondisi anda yang lemah hanya untuk mendapatkan simpati dari pada anak-anak anda. Anak-anak anda sudah mendapatkan penderitaan mental yang lebih besar dengan mendengar keputusan kedua orangtuanya bercerai. Oleh karena itu jangan pernah menunjukkann kelemahan emosional anda di depan anak-anak anda yang dapat memperburuk kondisi dari mental anak anda sendiri. Dan jangan memberikan pandangan yang negative terhadap anak-anak mengenai mantan pasangan anda. Perasaan pahit anda dengan mantan pasangan anda itu adalah perasaan anda sendiri. Namun bukan berarti anak-anak anda juga harus merasakan perasaan pahit anda terhadap mantan pasangan anda.

  1. Menanyakan pada anak ingin tinggal dengan siapa

Hal ini adalah hal yang paling sulit yang di hadapi anak-anak. Rasa bersalah dalam memilih yang membuat mereka bersedih hati. Karena apapun yang anda pilihkan anak-anak anda akan selalu memilih untuk tetap tinggal bersama kedua orangtua mereka.

  1. Mengesampingkan anak-anak dalam isu Perseraian

Ketika Anda membangun sebuah rumah tanga,anak-anak merupakan bagian penting dalam sebuah keluarga. Beberapa pasangan tak berpikir bahwa anak-anak memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan, sekaligus perihal perceraian.

  1. Menjadi Penyampai Pesan

Menjadi suatu kesalahan besar jika anak-anak menjadi penyampai pesan anda dengan mantan pasangan anda jika anda sedang berkelahi sampai perceraian. Ingatlah bahwa  Anak-anak anda hanya penyampai kasih sayang anda sebagai orangtua bukan penyampai pesan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.