Sinabung Kembali Mengamuk, Korban Jiwa Kembali Berjatuhan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




erupsi-gunung-sinabung

 




Medan, Jelasberita.com | Sinabung kembali beraktivitas, memancarkan Awan Panas Guguran (APG) pada hari ini, Senin 20/6/2016, sekitar 16.43 WIB. Korban pun kembali berjatuhan dan kali ini berasal dari warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Terdapat tujuhh warga yang terwas akibat tersapu ganasnya luncuran Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak 4.500 meter yang turun ke desa tersebut.

Adapun para korban meninggal di antaranya, Karman Milala (60), Ibrahim Sembiring (57),  Nanin beru Sitepu (54), Irwansyah Sembiring (17), Leo Perangin-angin, Muli Ginting, dan Ersada Ginting. Dan terdapat 2 warga desa tersebut yang menderita luka bakar masih menjalani  perawatan intensif yaitu Cahaya Beru Tarigan (45) dan  Cahaya Sembiring. Semua korban yang meninggal dan menderita luka di bawa ke RS. Haji Adam Malik-Medan.

Kejadian tersebut berlangsung pada saat masyarakat sedang melakukan aktivitas mereka sehari-hari di desa yang memang berada dalam zona merah (Red Zone). yang telah ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Berdasarkan keterangan Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu, meski warga sudah dilarang kembali ke desa asal, namun tetap saja selama ini masyarakat tidak mengindahkan larangan itu dan masuk ke desa melalui jalur–jalur perladangan. Terdapat portal-portal yang menandakan bahwa daerah tersebut berada dalam zona merah, namun telah di rusak dan sebagian hilang. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa masyarakat memang tidak mengindahkan imbauan dan larangan aparat. Kedepannya, dia berharap, tidak ada lagi aktivitas warga di dalam kawasan tersebut.




Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Perangin–angin, saat ini seluruh korban meninggal sudah diserahkan ke pihak keluarga bersangkutan. Selanjutnya, mereka akan segera dimakamkan, di sejumlah daerah, diantaranya Desa Naman, Sukandebi, dan Sarinembah. Keseluruh jenazah korban diserahkan pihak Pemerintah Kabupaten Karo kepada keluarga di Rumah Sakit Umum Kabanjahe.

“Terkait dugaan masih ada satu orang korban awan panas yang tertinggal di lokasi kejadian, telah dihentikan pencarian dikarenakan pihak keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya sudah ditemukan dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Kejadian naas ini memang atas kelalaian dari warga sendiri yang kurang mengindahkan peraturan dan larangan yang telah di berikan oleh pemerintah daerah setempat. Sebenarnya warga Desa Gamber dan tiga desa lainnya, yakni Desa Kutatonggal, Gurukinayan, dan Berastepu, yang masuk dalam relokasi tahap II, yakni relokasi mandiri hingga saat ini masih dalam proses.

Leave a Reply

Your email address will not be published.