Pesan Terakhir Seorang Korban Penembakan massal di Orlando

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




korban penembakan massal




Peristiwa tragis terjadi 2 hari lalu di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Pengunjung sebuah klub gay di Orlando ditembaki secara massal oleh seorang yang tak dikenal, tentu perisitwa ini mengejutkan semua pihak.




Peristiwa ini menelan korban sebnayak 50 jiwa meninggal dunia dan 53 lainnya mengalami luka-luka. Ini adalah penembakan massal terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat, peristiwa itu terjadi sangat cepat. FBI yang turut menyelidiki kasus ini menyatakan bahwa pelaku dengan identitas nama Omar Mateen telah ditembak mati oleh petugas.

Peristiwa ini meninggalkan trauma bagi korban selamat dan keluarga korban, salah satunya adalah Ibu dari korban meninggal Edddie Justice. Melalui keterangan yang diberikan oleh sang ibu, Eddie sempat kabur menyelamatkan diri ke toilet perempuan bersama teman-temannya.

Di toilet itu Eddie sempat mengirimi pesan singkat pada ibunya, Mina Justice.




Dilansir dari The Daily Mail, isi pesan Eddie memberitahukan peristiwa yang terjadi di Klub ‘Pulse’ saat itu.

“Ibu, Aku mencintaimu, saat ini ada orang menembaki kami di dalam klub, tolong hubungi polisi sekarang,” tulis pria 30 tahun tersebut.

Dalam pesannya ia juga mengatakan bahwa ia merasa ajalnya sudah dekat saat ia mengetahui pelaku penembakan ke arah tiolet tempat ia berada. Menurut Mina, ia hanya bisa menyuruh Eddie untuk sebisa mungkin tetap bersembunyi. Namun pesan terakhir yang dikirim Eddie menyatakan bahwa itu juga menjadi akhir hidupnya.

“Dia (pelaku) sekarang bersama kami bu.”

Menurut korban selamat yang menjadi saksi atas aksi Mateen, mereka mengakui aksi yang dilakukan pada pukul 02.02 waktu setempat itu sangat rapi dan cepat. Sedangkan pertolongan dari polisi dan tim SWAT datang 3 jam setelahnya. Mateen berhasil ditembak mati oleh polisi.

Korban selamat dan juga saksi mata, Ricardo Negron, mengatakan saat itu ia dan kawan-kawannya sedang nongkrong di kelab malam bernama ‘Pulse’ itu. Tiba-tiba seorang pria masuk membawa senjata api.

“Suasana menjadi kacau balau. Tubuh-tubuh pengunjung tumbang di depan saya karena terkena peluru. Sepertinya pelaku sempat menembak ke atap ruangan karena pecahan lampu berjatuhan menimpa kami,” terang Negron.

Menurut kepolisian, Omar Mateen (29) yang tinggal di di Kota Port St Lucie, Florida tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, Mateen juga adalah warga negara AS keturunan Afghanistan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.