Cara Menjadi Investor Saham

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Nabung Saham 1
Jakarta, Jelasberita.com | Mau mulai berinvestasi saham? Caranya tidak sulit, agar bisa bertransaksi saham, calon investor harus datang ke perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas atau disebut juga perusahaan efek adalah lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini ada 115 perusahaan efek yang juga tercatat sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk mengetahui nama-nama perusahaan efek dan profil serta alamat dan kontak setiap perusahaan, calon investor bisa melihat datanya di www.idx.co.id BEI. Bukalah rekening investor, hanya di perusahaan efek yang tercatat di BEI. Sejumlah perusahaan memiliki kantor cabang di berbagai tempat dan di berbagai daerah. Jadi, investor tinggal mendatangi kantor perusahaan sekuritas yang paling dekat dengan tempat tinggal atau kantor masing-masing.




Ada dua jenis formulir yang akan diberikan perusahaan sekuritas atau perusahaan efek untuk diisi investor. Formulir Pembukaan Sub Rekening Efek, dan Formulir Rekening Dana Investor (RDI). Dana investor akan tersimpan di rekening khusus sehingga tidak tercampur dengan dana milik perusahaan sekuritas. Sebagai persyaratan, calon investor akan diminta memberikan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), serta halaman depan buku tabungan yang akan didaftarkan dalam Formulir Pembukaan Sub Rekening Efek.

Setoran dana awal ke rekening di bank RDI atas nama investor berbeda-beda jumlahnya tergantung kebijakan masing-masing perusahaan efek. Ada yang mensyaratkan hanya Rp100 ribu hingga puluhan juta. Setelah pembukaan rekening disetujui, barulah investor bisa mulai bertransaksi saham. Biasanya hanya dalam hitungan beberapa hari kerja. Investor akan mendapatkan kartu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang mencantumkan nomor SID (Single Investor Identification).

Dengan menggunakan SID miliknya, investor akan memperoleh akses untuk masuk ke dalam website PT KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), yaitu lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP) di pasar modal yang mengadministrasikan data aset seluruh investor di pasar modal Indonesia. Investor dapat memantau sendiri posisi dana dan saham atau efek miliknya yang ditransaksikan melalui perusahaan efek. Baik data posisi aset, maupun mutasi aset. Artinya, investor selain menerima laporan rekening saham dari perusahaan efek, bisa ikut mengawasi mutasi rekening perusahaan efek atas segala aktivitas transaksi yang dibukukannya atas nama investor.

Setelah memiliki rekening di perusahaan efek dan mempunyai deposit dana, investor bisa mulai bertransaksi saham. Pembelian saham dihitung menggunakan satuan lot saham. Satu lot saham berisi 100 lembar saham. Minimal pembelian saham dalam setiap kali transaksi adalah satu lot. Harga saham bergerak setiap saat mulai dari jam buka perdagangan di BEI pada pukul 09.00 WIB hingga penutupan perdagangan Pk.16.00 WIB. Harga bisa dilihat di www.idx.co.id atau di website masing-masing perusahaan sekuritas.




Pemilihan saham sebaiknya dilakukan setelah investor mendapatkan informasi yang cukup mengenai saham perusahaan. Pahami kinerja perusahaan yang sahamnya ingin dibeli. Informasi kinerja perusahaan tersedia di www.idx.co.id atau di masing-masing perusahaan sekuritas. Investor juga bisa meminta hasil riset perusahaan tercatat (emiten) yang sahamnya diperdagangangkan di BEI. Setiap perusahaan efek memiliki divisi riset yang secara berkala membuat analisa saham harian, mingguan dan bulanan bahkan tiap kuartal, semester, dan tahunan, untuk kepentingan investor.

Gali informasi sebanyak-banyaknya dan bertanyalah kepada analis saham atau dengan mengakses informasi lain mengenai saham perusahaan. Berinvestasilah untuk jangka panjang. Akan lebih baik, jika memilih saham yang Anda kenal industrinya atau perusahaannya. (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.