BEI dan Manulife Aset Manajemen Kenalkan Investasi Saham ke UNIKA St. Thomas Medan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Medan, Jelasberita.com | Pasar modal Indonesia masih terbilang barang baru di tengah masyarakat Indonesia, hal ini menjadi program dari regulator pasar modal untuk memberikan edukasi, salah satunya kunjungan yang dilakukan pada Kamis, 9 Juni 2016 di Aula Universitas Katolik Santo Thomas Medan (UNIKA), terlihat peserta seminar sangat antusias dalam tanya jawab selama acara berlangsung. Mengusung topik “Menatap Masa Depan di Pasar Modal Indonesia”, Bursa Efek Indonesia dan Manulife Aset Manajemen mengajak Mahasiswa/i serta Dosen UNIKA untuk memulai investasi di Saham, Reksadana dan Obligasi.

seminar unika
Ket : Peserta cukup antusias untuk bertanya

Pada kesempatan kali ini Bapak Yoseph Kaburuan,MBA dari BEI Medan menuturkan bahwa investasi dipasar modal cukup menjanjikan masa depan,dimana investasi tersebut memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dari instrumen investasi lainnya,seperti emas,deposito,maupun tabungan.
Menurut beliau investasi selain harus memberikan imbal hasil,juga harus mampu melampaui tingkat inflasi dimana nilai mata uang semakin menurun dan berkurangnya kemampuan daya beli dari uang tersebut terhadap barang yang dibutuhkan.




yoseph kaburuan seminar unika
Ket: BapakYoseph Kaburuan,MBA Menjelaskan penurunan inflasi terhadap nilai mata uang.

Untuk saat ini investasi saham dapat menjadi pilihan dari instrumen lainnya di pasar modal,dimana saham menurut data Manulife Indonesia pada 5 tahun terakhir ini ,memiliki imbal hasil 15,7 % ,dan jauh melampaui angka inflasi yang rata-rata berkisar 6 % setiap tahunnya.

Namun investasi saham penuh dengan resiko dimana saham yang dibeli memiliki kemungkinan untuk berkurang nilainya dan selalu berfluktuasi,meskipun imbal hasilnya besar.Selain itu investasi saham cukup merepotkan bagi investor,terutama bagi pemula.Mereka harus selalu mengawasi nilai saham yang mereka beli agar tidak mengalami kerugian.

Investasi saham
Ket: Investasi Saham memberi keuntungan yang tinggi dibanding instumen investasi lainnya.

Dengan adanya kemungkinan rugi, maka Manulife Aset Management memberikan solusi investasi bagi investor yang kurang memiliki waktu dan keahlian yaitu melalui investasi reksadana. Reksadana merupakan instrumen investasi paling mudah bagi investor, dimana dana yang dikumpulkan akan di kelolah secara langsung oleh manajer investasi yang terpercaya, terlatih, berpengalaman dan pastinya memiliki sertifikat WMI (Wakil Manajer Investasi),dengan metode dan aturan yang ketat yang sesuai standart opersional prosedur (SOP) yang berasal dari ilmu investasi yang berkembang dan undang-undang pemerintah.

Pada kesempatan ini,Bapak Ade Suryanto,S.Ikom dari Manulife Aset Management menjelaskan bahwa investasi memiliki keunggulan antara lain investor dengan modal kecil,dapat memiliki investasi di saham blue chip,yang merupakan saham yang rata-rata tergolong mahal dan perusahaannya memilki kinerja yang baik. Biasanya saham blue chip memilki keunggulan harganya cendrung terus meningkat dan banyak peminatnya dibandingkan saham biasa yang harganya murah dan kurang peminat.




 

ade suryanto manulife aset manajemen
Ket : Bapak Ade Suryanto,S.Ikom dari Manulife Aset Managemen menjelaskan keuntungan investasi reksadana

Beliau dalam menjelaskan keunggulan reksadana, dengan mengilustrasi seseorang yang memilki keinginan membeli banyak buah yang berkualitas,namun murah karna keterbatasan uang yang dimiliki.

Tentunya orang tersebut dapat hanya dengan membeli rujak yang seharga Rp 5000,- ,dibandingkan harus membeli papaya,nenas,jambu,dan buah lainnya yang tentunya membutuhkan biaya yang besar.
Dari ilustrasi tersebut beliau menjelaskan juga bahwa membeli reksadana berarti investor sama saja dengan membeli saham yang harganya mahal dengan cara eceran, sama dengan membeli rujak yang juga secara eceran dengan harga yang terjangkau yang jenis sahamnya sama dengan membeli secara utuh.

Penawaran reksadana tersebut tentunya sangat membantu mahasiswa UNIKA sebagai calon invetor,dimana mereka memiliki dana yang tidak banyak,bahkan kesulitan menyisihkan uang untuk investasi karna rata-rata mahasiswa belum bekerja dan masih dalam tanggungan orangtua.
Mahasiswa dalam kesempatan kali ini dijelaskan, dapat memilih berinvestasi dalam berbagai instrumen reksadana,antara lain seperti :

1. Investasi reksadana saham yang memiliki resiko tinggi namun imbal hasil tinggi juga.
2. Invetasi reksadana pasar uang yang memiliki resiko rendah namun imbal hasil rendah juga,dan
3. Investasi campuran dimana resiko dan imbal hasil yang lebih moderat.

Pada acara ini juga,Manulife Aset Management juga membagikan voucher reksadana, kepada 75 orang mahasiswa beruntung. Dengan adanya kegiatan edukasi dan pembagian voucher kali ini PT.Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Medan dan PT. Manulife Aset Management berharap jumlah investor khususnya di kalangan mahasiswa UNIKA dapat bertambah dan mempercayakan instrumen pasar modal sebagai alternatif investasi yang menguntugkan,khususnya instrument reksadana. (Manuel Tambunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.