Ditta Maharani, Berawal dari Reuni Membuahkan Prestasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Ditta Maharani, Berawal dari Reuni Membuahkan Prestasi

Medan, Jelasberita.com | Jika mendengar kata yoyo kita berpikir dengan suatu permainan yang tersusun dari dua cakram yang biasanya terbuat dari kayu atau plastik yang dihubungkan dengan suatu sumbu, di mana tergulung tali yang digunakan. Satu ujung tali terikat pada sumbu, sedangkan satu ujung lainnya bebas dan biasanya diberi kaitan. Yoyo cukup populer dikalangan anak-anak bahkan orang dewasa juga banyak yang menyukainya. Seperti salah satunya adalah Ditta Maharani atau yang akrab dipanggil Ditta.




Berawal dari temannya di tahun 2010 lalu, Ditta mulai mengenal yoyo. Namun, berbeda dengan jenis yoyo yang kita kenal selama ini, Ditta memainkan jenis yoyo yang diberi nama Yoyo Modifikasi. “Awalnya aku lagi ngadain reuni gitu sama temen-temen smp aku, terus tiba-tiba ada temen aku Jerry yang main yoyo pake trik-trik aneh gitu kan terus aku coba, ternyata yoyo nya beda ngga gulung gitu kalo dilempar.” Ungkap Ditta saat pertama kali memainkan yoyo modifikasi.

Jika pada umumnya yoyo yang kita kenal akan menggulung kembali saat dilempar kebawah, beda dengan yoyo modifikasi ini. Salah satu yang dimainkan oleh Ditta dan temannya biasa disebut unrensponsive, dimana kita harus menggunakan trik dan mempelajarinya. Setelah ketertarikan Ditta akan yoyo modifikasi ini, Ditta tertarik akan ajakan temannya untuk gabung ke sebuah komunitas yang bernama Spinner Medan. Dimana pada awalnya, Ditta merupakan satu-satunya pemain yoyo wanita di Indonesia hingga tahun 2012. Spinner Medan sendiri sudah berdiri sejak tahun 2008 lalu di Kota Medan.

“Setelah aku gabung di Spinner Medan terus aku main yoyo modifikasi itu ternyata sangat susah. Karena yoyo modifikasi ini butuh trik dan bener-bener butuh ketepatan dan mata yang jeli buat maininnya.” Ungkap Ditta.

Tahun 2011 lalu Ditta pernah menduduki peringkat 13 se-Indonesia saat mengikuti salah satu lomba di Kota Medan. Ditta juga pernah mengikuti ASIA PACIFIC Yo-Yo Championships (AP) dimana perlombaan ini diikuti oleh hampir 300 peserta dari beberapa negara Asia Pasifik seperti Jepang, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore dan negara-negara Asia Pasifik lainnya. “Waktu ikut AP kemarin sih aku gak dapat peringkat-peringkat atas, tapi aku bersyukur dari sekian banyaknya peserta aku bisa bersaing dengan lawan-lawan dari negara lain yang lebih professional bahkan seperti Jepang itu mereka punya sekolahnya sendiri untuk belajar Yoyo.” tutur Ditta




Semangat pantang menyerah dan terus mencoba akhirnya menghantarkan Ditta meraih juara 3 lomba yoyo modifikasi se-Sumatera yang diadakan di Lhokseumawe pada bulan Maret 2016 lalu.
Ditta hingga saat ini tetap aktif bersama Spinner Medan. Jika sebelumnya Spinner Medan sering berkumpul, bermain bersama dan mengadakan kegiatan di Taman Ahmad Yani setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB, maka sekarang Spinner Medan beralih ke Taman Edukasi Avros tetap pada hari Minggu pukul 10.00 WIB. (Eleanor Publisher)

Leave a Reply

Your email address will not be published.