YP2M : Upaya Peningkatan Ekonomi Bersama Kaum Perempuan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




YP2M  Upaya Peningkatan Ekonomi Bersama Kaum Perempuan

Medan, Jelasberita.com | “Pemikiran itu harus dibarengi aksi nyata maka terciptalah gebrakan baru,” Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Ibu Dra. Mazdalifah, M.Si, Ph.D , salah satu dosen Ilmu Komunikasi FISIP  Universitas Sumatera Utara ketika diwawancarai di sela – sela kesibukannya di kampus (25/5).




Wanita yang sudah 17 tahun menamatkan studi Komunikasi Pembangunannya di IPB Bogor ini memang merupakan salah satu wanita dari segelintir yang memiliki komitmen untuk meningkatkan perekonomian dalam negeri melalui pemberdayaan wanita di kota Medan. Dengan ini pemberdayaan yang dilakukan dapat mencakup dua hal yaitu pemberdayaan kaum perempuan sekaligus dapat meningkatkan perekonomian khususnya wilayah kota Medan.
Mendapatkan gelar master dari salah satu universitas besar di Indonesia memberikan dorongan kepada Ibu Dra. Mazdalifah, M.Si, Ph.D untuk ikut serta menyumbangkan ilmunya kepada masyarakat khususnya di kota Medan. Dorongan tersebut ternyata mendapatkan sambutan hangat dari 2 rekan seprofesinya di Universitas Sumatera Utara yaitu Lina Sudarwati dan Dayana Manurung.

Bersama kedua rekan tersebut, Beliau mendirikan Yayasan Perempuan Perkotaan Muda(YP2M) sebagai wadah pemberdayaan wanita kota Medan. Tantangan terbesar dalam memulai komitmen besar ini adalah dana yang kurang memadai. Dana yang dimaksudkan adalah dana yang akan digulirkan kepada para perempuan yang sudah direkrut menjadi anggota pemberdayaan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha kecil mereka.

Dana tersebut secara bergilir akan diberikan kepada setiap anggota dan mereka wajib mengembalikannya dengan mengangsur uang kepada Tenaga Pendamping Lapangan yang terdiri dari mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP USU tiap bulannya tanpa bunga.
Dengan kegigihan untuk menwujudkan komitmen yang dimiliki oleh salah satu staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini, tantangan terbesar sekalipun dapat ditaklukkan dengan menyakinkan pihak pemilik modal untuk menginvestasikan uangnya di yayasan yang telah berdiri sejak tahun 2000 ini. Dana dari hasil investasi inilah yang mereka gunakan sebagai dana operasional mulai dari terbentuknya yayasan ini hingga sekarang sudah hampir berumur 16 tahun lebih.

Wanita yang akrab disapa Bu Mazda ini, akhirnya dapat melihat beberapa anggota dari yayasan berkembang dan sudah menjadi perempuan yang mandiri dari segi ekonomi. Komitmennya untuk meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan perempuan sudah banyak dirasakan oleh perempuan-perempuan yang menjadi anggota dari yayasan tersebut.




Sebagian dari wanita yang sudah berkembang dan mandiri dari segi ekonomi, tidak lagi menerima bantuan dari yayasan. Mereka memilih untuk merekrut perempuan-perempuan dengan pekwrjaan sama atau bahkan yang dirasa memiliki perekomonian yang sangat rendah untuk bersama-sama memulai usahanya dengan Yayasan Perempuan Perkotaan Muda (YP2M).
“Kami akan terus berupaya untuk terus meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan wanita di kota Medan walaupun hasilnya tidak terlihat pesat,” Itulah kata yang mencerminkan komitmen wanita yang berprofesi sebagai staf pengajar di Ilmu Komunikasi USU Medan ini diakhir wawancara. Mulai dari sekarang mari kita bersama-sama berupaya untuk meningkatkan perekonomian kota Medan, salah satu caranya adalah seperti yang dilakukan YP2M yang sangat patut untuk dicontoh. Hidup Kotaku. Hidup Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.