Atribut ‘Turn Back Crime’ kini dilarang dipakai warga

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Turn Back Crime

Surat larangan mengenai pemakaian atribut berkenaan dengan ‘Turn Back Crime’ telah dikeluarkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Badrodin Haiti. Bersamaan surat itu terdapat sanksi tegas jika ada warga sipil yang tetap mengenakan atribut tersebut.




“Ya, kita sudah menerima surat larangan penggunaan atribut khusus polisi atau interpol tersebut untuk digunakan oleh warga sipil (masyarakat umum),” kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

Sanksi yang disebutkan dalam surat apabila ada warga yang tetap mengenakan atribut tersebut yaitu sanksi pidana kurungan selama 3 bulan di dalam penjara.

Pelarangan ini dikeluarkan karena menurut pemantauan pengenaan pakaian ‘Turn Back Crime’ oleh warga sipil sering disalahgunakan bahkan untuk memperlancar aksi kejahatan. Sedangkan jenis baju yang dilarang yaitu baju berwarna biru dongker disertai dengan tulisan polisi atau atribut polri. Baju ini dikhususkan hanya untuk interpol dan anggota polri sehingga warga sipil tidak diperkenankan menggunakan atribut itu.

Beberapa kejahatan dengan mengenakan atribut serupa sudah banyak dilaporkan seperti kasus pencurian motor dengan sengaja mengenakan atribut serupa untuk memperlancar aksinya.




Sebelumnya, dilaporkan pula ada anggota Brimob gadungan terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan spesialis mengincar sasaran sepeda motor, dengan target anak di bawah umur yang mengendarai motor dan modus operandi berkeliling mencari target tersebut.

Tersangka merampas sepeda motor milik korban dengan lebih dulu menanyakan kelengkapan surat kendaraan dan  bila tidak lengkap maka sepeda motor dibawa olehnya karena ia mengaku sebagai anggota Brimob, dengan berbekal baju kaos bertuliskan ‘Turn Back Crime’ yang beredar bebas di lapangan.

Namun ternyata pelarangan ini tidak sejurus dengan pernyataan yang diberikan oleh Kapolri Jendral Badrodin Haiti. Ia mengatakan bahwa [ihaknya tak pernah melakukan pelarangan untuk menggunakan atribut ‘Turn Back Crime’ (TBC) bagi warga.

Ia menambahkan bila ada yang melakukan tindak kejahatan dengan menggunakan atribut polri tersebut harus ditindak dan ditahan tak peduli ia tersangka mengenakan atribut TBC atau tidak. Menurut Badrodin, atribut TBC bukanlah seragam dan tidak dilarang oleh polisi karena itu adalah kaos biasa sama dengan yang dijual di pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.