Salut! Keluarga Singapura Rawat TKI yang idap kanker

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




keluarga singapura

Marshal Lim adalah lelaki 22 tahun yang bercita-cita belajar seni sirkus di Universitas di luar negeri. Namun, ia rela menunda impiannya itu demi bisa menemani pembantunya pulang ke Indonesia serta turut merawatnya.




Perempuan itu adalah Jariyah berusia 40 tahun, TKI asal Cilacap, Jawa Tengah, telah bekerja di keluarga Lim selama 15 tahun lamanya. Namun kini ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena mengidap kanker stadium 4.

“Dia ibu saya. Saya dan kakak saya telah dirawat seperti anaknya sendiri oleh beliau,” kata Lim, seperti dilansir situs Asia One, Jumat (20/5).

Keluarga Lim bahkan memanggil Jariyah dengan panggilan ‘bibi Jar’.

Marshal mengatakan bahwa ia akan melanjutkan rencananya untuk belajar seni sirkus nanti ketika bibi Jar sudah baikan. Sedangkan Ibu Marshal Lim, Margaret Tan, 49 tahun mengijinkan Jariyah untuk pulang ke kampung halamannya setelah mengetahui bahwa kesempatan hidup Jariyah hanya beberapa bulan lagi.




“Saya membahas rencana kepulangan Jariyah bersama dengan anak-anak saya dan kami sudah memutuskan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya di Indonesia,” kata dia.

Tan sudah melakukan banyak hal untuk kesembuhan Jariyah dari mulai merawatnya dan mengobatinya menggunakan asuransi di rumah sakit ketika pertama kali jariyah didagnosa menderita kanker sudah stadium 4. Bahkan Tan menggalang dana dari kerabat dan sahabat dekatnya untuk membantu biaya pengobatan Jariyah.

Jariyah bukan seorang pembantu bagi keluarga Lim, bahkan Tan menganggap wanita itu sebagai keluarganya sendiri. Jariyah telah menempati posisi yang dibutuhkan sejak ia mengalami perceraian pada 2005 silam.

Tan mengatakan bahwa Jariyah mengerti bagaimana perasaan Tan menghadapi perceraian karena dia juga mengalaminya. Di masa-masa sulit Tan, Jariyah mengurus keluarganya dengan baik, bahkan tak jarang ia menerima nasihat-nasihat dari wanita itu dan memberikan pengertian pada anak-anaknya.

Sebelumnya pada tahun 2012 Jariyah pernah kembali ke Indonesia namun ia kembali bekerja dengan Tan pada 2014. Namun, lima bulan lalu, diagnosa dokter mengenai kesehatan Jariyah membuat hidup mereka berubah. Jariyah dinyatakan mengidap kanker hati dan sudah menyebar hingga ke rahin dan paru-paru wanita itu.

“Saya tidak bisa terima dia kena kanker, Dia bukan pembantu saya. Dia teman dekat saya,” ujar Tan ketika ia masih berada di Cilacap.

Berbagai macam pengobatan mereka coba termasuk pengobatan alternatif herbal tapi kemudian akhirnya biaya semakin terasa mahal saat melakukan berbagai macam pengobatan.

Jariyah akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan tinggal bersama keluarganya.

“Bila Jariyah bahagia bersama keluarganya di sini maka sayapun bahagia,” kata Tan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.