Jelang Ramadan Harga Pangan di Binjai Merangkak Naik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Penjual bahan pokok




Binjai, Jelasberita.com | Tiga pekan menjelang bulan suci Ramadan 1437 Hijriah, harga sejumlah komuditi bahan pangan di Kota Binjai mulai merangkak naik. Kenaikan harga cenderung bervariasi antara 2 hingga 20 persen.




Pantauan Analisa di Pasar Tavip Kota Binjai, Selasa (17/5), kenaikan harga dialami beberapa komuditi rempah dan bahan pangan kering, sayuran, serta sejumlah produk hewani.

Bawang merah misalnya. Semula harganya Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram. Namun kini mencapai Rp 33 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram.

Sebaliknya harga bawang putih kini telah mencapai Rp 29 ribu sampai Rp 32 ribu, dari sebelumnya Rp 27 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.




Selain bawang, kenaikan harga juga terjadi pada komuditi gula pasir dan beras ketan.

Saat ini harga eceran gula pasir mancapai Rp 15 ribu dari sebelumnya Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan harga beras ketan kini mencapai Rp 16 ribu dari sebelumnya Rp 9 ribu per kilogram.

Kondisi serupa juga dialami sebagian besar komuditi sayuran gunung, yang rata-rata harga jualnya naik antara Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram.

Contohnya, kentang. Semula harganya Rp 8 ribu per kilogram. Namun kini harganya mencapai Rp 9 ribu per kilogram.

Selain itu, kol dari sebelumnya Rp 4 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp 4.500 per kilogram.

Sedangkan, sawi putih saat ini harganya mencapai Rp 7 rihu per kilogram, dari sebelumnya Rp 6 ribu per kilogram.

Kenaikan harga jual juga dialami produk hewani, seperti telur ayam ras, karena mengalami kenaikan harga jual eceran Rp 20 per butir.

Sebab saat ini harga telur ayam mencapai Rp 27 ribu sampai Rp 35 ribu per papan, dari sebelumnya, Rp 25 ribu sampai 30 ribu per papan.

Selain telur, harga jual eceran beberapa jenis ikan segar juga naik antara 2 hingga 10 persen. Dalam hal ini, kenaikan harga sebagjan besar terjadi pasa komuditi ikan laut.

Ikan kembung dari sebelumnya Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu, saat ini harga jual ecerannya mencapai Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

Ikan dencis dari sebelumnya Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram, kini mencapai kisaran harga Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram.

Sedangkan udang basah ukuran sedang, saat ini mencapai harga Rp 60 ribu, dari sebelumnya Rp 55 ribu per kilogram.

Beruntung harga jual eceran komuditi bahan pangan lainnya, seperti beras, cabai, daging ayam, daging sapi, ikan kering, kacang-kacangan, dan sayuran lokal, relatif masih stabil.

Cabai merah misalnya. Saat ini harga jual ecerannya berkisar antara Rp 34 ribu sampai Rp 36 ribu per kilogram, meskipun sempat naik hingga Rp 40 ribu per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit saat ini masih di kisaran harga dari Rp 20 ribu Rp 22 ribu per kilogram, cabai hijau Rp 16 ribu per kilogram, dan tomat Rp 5 ribu per kilogram.

Selain itu, harga jual eceran beras jenis IR 16 saat ini berada di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 10.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.500 per kilogram, terigu Rp ribu sampai Rp 5.500 per kilogram, dan kacang kedelai Rp 4 ribu per kilogram.

Lalu, daging ayam berad pada kisaran harga Rp 27 ribu – Rp 28 ribu per kilogram, daging sapi Rp 105 ribu sampai Rp 110 ribu per kilogram, teri nasi kualitas super Rp 80 ribu per kilogram, dan ebi Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram.

Rahman (46), salah seorang pedagang sayuran, saat diwawancara Analisa mengatakan, fluktuasi harga bahan pangan sepenuhnya ditentukan ketersediaan komuditi dan permintaan pasar.

Namun diakuinya, kenaikan harga bahan pangan biasanya akan cenderung naik pada sepekan menjelang Ramadan, menyusul adanya peningkatan permintaan dari konsumen.

“Harga sembako tidak bisa kita prediksi. Sebab kalau stoknya turun dan permintaannya naik, otomatis harga jualnya juga ikut naik,” terang ayah empat anak itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.