Istri, Benarkah Ini Hal Terberat Bagi Kalian?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




istri

Bila anda adalah wanita yang baru saja menikah atau sudah beberapa waktu menikah, maka sudah pasti anda dan pasangan akan membagi waktu dan tugas yang harus dikerjakan dalam rumah tangga. Pekerjaan rumah juga tak boleh tidak dibantu oleh pasangan.




Namun sebenarnya ada hal yang lebih berat bagi seorang wanita setelah memutuskan menikahi dengan pasangan dan menjalani kehidupan pernikahan dan ini bukanlah mengenai pekerjaan, dan bukan pula mengenai mengasuh anak bila anda telah memiliki buah hati. Ini mengenai menyandang status sebagai seorang istri.

Sulitnya menjadi seorang istri sekaligus ibu

Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada banyak wanita yang telah menikah dan memiliki anak, banyak dari mereka mengakui bahwa kehidupan yang mereka jalani memiliki hubungan emosional yang jauh, selain dari keluarganya sendiri.

Mungkin rasa lelah telah sering dirasakan, tak punya cukup tenaga untuk berbagi pengalaman atau sekedar berbincang dengan tetangga. Seharian mengurusi rumah, ketika anak-anak sudah tertidur di malam hari maka andapun juga terlalu lelah dan ikut tertidur.

Tetapi, hal ini memang terdengar normal bagi banyak wanita dengan kehidupan normal, namun sadarkah anda kehidupan pernikahan terletak kuat pada seorang istri?




Kunci Kehidupan pernikahan ada pada istri

Saat suami mengalami stres dalam pekerjaannya, anda rela duduk berlama-lama mendengarkan keluh kesahnya. Ketika sang anak merajuk, anda rela melakukan apa saja untuk menenangkannya. Banyak hal dilakukan seorang istri baik secara emosional bahkan fisik.

Bila anda melakukan pencarian di internet bagaimana cara mempertahankan pernikahan, maka banyak sekali jawabannya yang didominasi oleh tindakan dari pihak wanita. Hampir semua artikel menyarankan hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh sang istri.

Bila kehidupan pernikahan mulai terasa membosankan, maka tugas seorang wanita pula untuk menjaga komunikasi antara anak, suami, dan keluarga agar menjadi lebih baik, lebih banyak melakukan hubungan intim, banyak melakukan sentuhan pada pasangan, dan semua akan kembali harmonis.

Namun, bukan berarti suami tak melakukan apapun dan tidak mengambil andil dalam kehidupan pernikahan. Untuk menyeimbangkannya maka harus adil dan tegas dalam pembagian tugas mengenai hal-hal menyangkut fisik dan  dan emosional.

Seorang wanita yang bertugas sebagai seorang istri sekaligus menjadi ibu merupakan seorang wanita yang suci tak pernah melakukan kesalahan. Memang banyak yang dikorban dalam mempertahankan hubungan pernikahan namun alangkah lebih baik lagi bila ada kesetaraan antara suami dan istri.

Intinya, menyandang status sebagai istri haruslah pandai menempatkan diri untuk keluarga dan untuk kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.