18 Delegasi Negara APO Pelajari Model Teknopreneur Universitas Trilogi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Kegiatan kunjungan 18 Delegasi Negara APO, Asian Productivity Organization, ke Universitas Trilogi pada Rabu (18/5). Salah satu agenda dalam kunjungan ini adalah mempelajari model Teknopreneur Universitas Trilogi.




Kegiatan kunjungan 18 Delegasi Negara APO, Asian Productivity Organization, ke Universitas Trilogi pada Rabu (18/5). Salah satu agenda dalam kunjungan ini adalah mempelajari model Teknopreneur Universitas Trilogi.

Jakarta, Jealsberita.com | APO atau Asian Productivity Organization merupakan organisasi kerjasama multilateral. Organisasi ini bergerak dalam bidang program peningkatan produktifitas. Indonesia sendiri bergabung menjadi anggota APO sejak tahun 1968.

Inilah beberapa penjelasan yang disampaikan perwakilan APO, Dr. Jose Elvinia saat berkunjung di Universitas Trilogi Jakarta pada Rabu (18/5) lalu. “APO sendiri merupakan organisasi bersifat non politik dan tidak mencari keuntungan serta tidak diskriminatif.” ujarnya.

Dilanjutkannya, saat ini ada 20 negara anggota APO. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Pakistan, Pilipina, Singapura, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, China, Fiji, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Thailand dan Vietnam.

Jose Elvinia juga menjelaskan beberapa hal lainnya tentang APO. Penjelasan tersebut sebagai pengantar sebelum delegasi yang hadir mendapatkan paparan tentang konsep teknopreneur Universitas Trilogi.




Terkait tentang konsep teknopreneur itu sendiri, Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin menjelaskan bahwa teknopreneur merupakan salah satu dari tiga pilar Universitas Trilogi. “Tiga pilar yang kemudian dinamakan dengan trilogi itu adalah teknopreneur, kolaborasi, kemandirian,” sampainya dihadapan 18 delegasi negara APO yang hadir.

Menurut guru besar bidang statistika ini, salah satu alasan mengapa harus teknopreneur adalah karena Indonesia sendiri masih kekurangan entrepreneur. Selain itu saat ini kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi yang begitu cepat.

“Untuk itu dibutuhkan hadirnya para entrepreneur baru yang melakukan aktifitas entrepeneurnya dengan bebasis teknolologi,” jelas Prof. Dr. Asep Saefuddin.

Acara yang bertempat di ruang seminar eksekutif Universitas Trilogi itu juga dihadiri oleh pimpinan dan para dosen Universitas Trilogi. Selain itu, para delegasi yang hadir juga disuguhi pameran berupa berbagai karya kreatif mahasiswa Universitas Trilogi. (ysp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.