Penuhi kebutuhan, polisi ini cari barang bekas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




polisi pengumpul barang bekas

Polisi yang kita ketahui selama ini bertugas penuh membela negara dengan segenap pengorbanan tak peduli itu keluarga ataupun orang tercinta. Walau banyak pula oknum-oknum tak bertanggung jawab dan sayangnya berseragam polisi dan mencoreng nama polisi.




Berbeda dengan polisi lainnya, Bripka Seladi memiliki pribadi yang bisa dibilang langka di antara polisi lainnya. Sadar bahwa penghasilannya sebagai abdi negara yang patuh tidak mencukupi kebutuhan yang harus dipenuhinya pada keluarga. Demi memenuhi kebutuhan tersebut ia rela melakukan hal lain di samping profesinya sebagai polisi.

Ia menjadi seorang pengepul barang bekas, setelah barang bekas layak jual ia akan menjualnya pada seorang tengkulak. Aktivitas ini ia lakukan selepas jadwal tugas kepolisian. Ia akan mengumpulkan sampah di sekitar tempat tinggalnya, memisahkan barang bekas layak daur ulang dengan sampah yang dapat membusuk.

Pria yang bertugas di Polresta Malang Kota itu bukan tak mendapat cibiran bahkan dari rekan kerjanya sesama polisi. Banyak yang merendahkan aktivitas beliau ini. Di sambangi hari itu Bripka Seladi emgnenakan sepatu boot plastik dan berkaus hitam, ia memilah-milah barang bekas. Barang yang ia kumpulkan mulai dari kertas, plastik bekas tempat makanan, hingga botol bekas di gudang rongsokan Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen.

Seladi menuturkan bahwa kegiatannya ini sudah lebih delapan tahun ia lakoni. Walau tak banyak mampu mengantongi mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu setiap harinya . bapak tiga anak ini mengaku, uang yang ia dapatkan dari mengumpulkan barang bekas tersebut mampu menutupi kebutuhannya sehari-hari.




Awal ia mulai memunguti sampah ia lakukan di tempat ia berdinas yaitu sekitar kantor Polres Malang Kota. Menurutnya di sana banyak sekali barang bekas berserakan. ”Ya, saya masuk sendiri ke dalam bak sampah,” ungkapnya.

Cibiran yang datang dari rekan seprofesi tidak ia masukan ke dalam hati, ia tetap melanjutkan mencari barang bekas. Namun ia tak lagi memunguti sampah yang ada di sekitar polres lagi. Sebab tempat itu sudah ada orang yang membersihkan dan mengumpulkan barang bekasnya.

Pria kelahiran Dampit, Malang itu memilih menekuni aktivitas memungut barang bekas karena menurutnya rezeki datang dari dua cara yaitu cara baik dan cara buruk. Rezeki sudah ditentukan oleh Allah, hanya saja bagaimana cara kita memperolehnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.