Istrinya dihina, Tajne bangun sesuatu buat membalas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




20160513103347-2-bapurao-tajne-menggali-sumur-seorang-diri-001-tantri-setyorini

Krisis air bersih sering sekali terjadi di India, banyak orang dari kalangan menengah ke bawah yang tidak memiliki sumber air di rumah mereka menjadi kesulitan mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi dan kebutuhan lainnya yang menggunakan air.




Hal ini juga terjadi pada Bapurao Tajne, seorang warga dari kalangan menengah ke bawah di India. Saat itu istrinya meminta air di salah satu rumah milik tetangganya dari kalangan kasta lebih tinggi yang memiliki sumur. Bukannya diberi tetangga tersebut malah menghina istrinya. Mendengar aduan sang istri, ia menjadi sangat kesal.

Ia bertekad memiliki sumurnya sendiri. Benar saja, ia mencari tempat yang menurutnya memiliki sumber air dan Tajne telah menghabiskan 40 hari untuk menggali tanah membuat sumur, dan menggali ini ia lakukan seorang diri.

Dilansir melalui The Huffington Post (11/5), daerah tempat tinggal Tajne, Maharashtra memang sedang menghadapi musibah kekeringan. Tiga sumur yang tersedia untuk masyarakat airnya sudah mengering.

Hari itu ia pulang dan hampir tangisnya pecah, “Saya pulang hari itu dan hampir menangis,” ia kemudian mengatakan bahwa ia tak akan meminta air lagi pada siapapun, “Saya memutuskan tidak akan pernah mengemis air pada siapapun lagi. Saya membeli alat – alat di Malegaon, satu jam kemudian saya mulai menggali tananh untuk membuat sumur.”




Menggali sumur biasanya membutuhkan tenaga 4 – 5 orang, namun semuanya dilakukan sendiri oleh Tajne. Para tetangga menolak untuk memabntunya karena menurut mereka apa yang dilakukan Tajne itu sia-sia.

bapuro tajne

Namun, pria ini memiliki pendirian yang teguh, ia tetap melakukannya walau hanya seorang diri. Ia membutuhkan 40 hari hingga sumur tersebut jadi dan mendapat air bersih dari dasarnya, waktu ini cukup lama sebab ia melakukannya tidak seharian penuh. Ia menggali hanya pada waktu pagi hari dan sore hari selepas ia pulang kerja.

“Sulit untuk menjelaskan apa yang saya rasakan sepanjang saya melakukan penggalian. Yang saya inginkan cuma menyediakan air bersih untuk seluruh keluarga di wilayah saya. Agar kami tidak lagi mengemis air pada kasta lain,” jelasnya pada Times of India (8/5).

ketika sumur telah jadi ia mengundang seluruh orang untuk datang dan mengambil air dari sumur itu. Bahkan orang yang dulu mengolok-oloknya pun kini ikut mengambil air dari sumur miliknya. Bahkan istrinya juga ragu pada apa yang diinginkan Tajne dahulu.

“Saya tidak melakukan apapun untuk membantunya, sekarang dari keluarga hingga semua orang membantunya memperdalam sumur tersebut,” ucap istri buruh yang sedang mengejar gelar sarjana itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.