Pecandu Pornografi dalam kasus Yuyun

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




pornografi

Dalam otak pecandu pornografi beberapa menit sekali akan muncul hal-hal berkaitan seksualitas. Terus membayang berulang-ulang sampai hasrat tersebut bisa dilampiaskan oleh si pecandu.




Menurut Ahli Neuropsikologi saraf, Ihsan Gumilar, kecanduan prnografi itu sama dengan kecanduan narkoba, maunya pakai terus.

Ihsan menjelaskan, ada bagian otak yang selalu memunculkan hal-hal menyenangkan namun belum tentu baik bagi umum. Ketika bagian otak tersebut diaktifkan maka ia akan mencari dan memunculkan hal-hal yang menyenangkan. Ada bagian juga yang fungsinya menjadi pusat pengendali reward, dalam hal ini candu terhadap seks, maka bisa menjadi berbahaya, sebab otak juga mampu mengeluarkan pemancar layaknya dopamine. Bila ini ini aktif dan meluap efeknya akan berbahaya bagi lingkungan.

Dopamine sendiri bekerja untuk menciptakan rasa senang. Bila hal ini terjadi maka seseorang akan berpikir bahwa hal tersebut adalah kebahagiaan dan menjadi candu terhadap pornoografi.

Seseorang yang mencandui pornografi, maka dipastikan bahwa dopaminenya banjir. Alhasil, bila dopamine telah banjir secara berlebihan, misalnya normal adalah 10 sedangkan miliknya adalah 30, nilai ini akan terus meningkat.




Secara kasat mata, seseorang yang menjadi pecandu pornografi tak bisa dicirikan. Karena, mereka mampu bersikap normal di hadapan publik dan menutupi kecanduannya.

Sederhananya, bila anda ingin melihat seseorang telah kecanduan maka lihat saja history pada browsernya, apakah ia membuka situs-situs porno atau hal-hal berbau pornografi.

Sedihnya, pada survei yang dilakukan 2014 silam, anak-anak menempati posisi ketiga di dunia dalam hal mencari sius porno.

Dihubungkan dengan kasus Yuyun, maka hal ini merupakan tamparan keras di wajah Indonesia. Padahal Indonesia telah menyediakan perlindungan terhadap anak-anak.

Seperti yang telah kita lihat dan dengar, baru-baru ini muncul kasus kejahatan seksual yang dilakukan belasan remaja pada seorang siswi SMP di Bengkulu, Yuyun. Mereka diduga sebelumnya menenggak minuman keras sebelum melakukan kejahatan terhadap siswi yang ternyata adalah tetangga mereka.

Tragisnya, Yuyn diduga telah meninggal ketika dia masih mengalami kejahatan seksual. Jenazah Yuyun kemudian dibuang ke dalam jurang dengan kedalaman 5 meter oleh para pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.