6 Hal Harus Diingat Traveler bertanggung jawab

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




traveler bertanggung jawab

Menikmati indahnya panorama alam hasil karya ciptaan yang Maha Kuasa itu sah-sah saja apalagi dengan tujuan mensyukuri nikmat yang telah Ia berikan. Berkunjung ke tempat-tempat yang indah dan terkadang harus ke pelosok engeri demi melihat pemandangan alam luar biasa.




Namun, menjadi traveler itu tak hanya menikmati pemandangan alam saja namun ada satu kewajiban tak tertulis yang patut diemban oleh traveler yang bertanggung jawab.

Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Urusan sampah harus lebih bijak tanpa melihat papan peraturan

Berkunjung ke sebuah tempat sebaiknya hormatilah dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. Terutama sampah plastik karena tidak dapat diurai oleh bakteri dan tanah. Bila melihat orang lain membuang sampah sembarangan bukan berarti kita boleh melakukan hal yang sama. Bahkan bila kita menyikapi sampah milik kita lebih bijak seperti langsung membuangnya ke dalam tempat sampah bisa jadi kita telah memberikan contoh yang baik pada mereka. Tak hanya di tempat lain namun bijak dalam menyikapi sampah juga berlaku di lingkungan sekitar tempat tinggal.

Membayar bukan berarti punya hak untuk merusak

Memasuki sebuah tempat wisata dengan membayar sejumlah uang adalah hal yang biasa karena dana ini digunakan untuk biaya perawatan dan kebersihan sekaligus upah pekerja di sana. Namun, jangan hanya karena kita sudah membayar lalu kita bebas memperlakukan tempat wisata tersebut sesuka hati dan tak bertanggung jawab. Misalnya menginjak-injak bunga yang bermekaran hanya demi mendapatkan foto selfie yang bagus, atau mematahkan dahan pohon yang cantik demi efek foto atau keperluan kalian yang sebenarnya gak penting-penting amat. Pemikiran bahwa kita boleh melakukan sesuatu sesuka kita karena telah membayar adalah pola pikir orang-orang yang tidak mau maju. Sudah sepantasnya kelestarian tempat tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, dan jadilah traveler bertanggung jawab.




Peraturan ada bukan untuk dilanggar, tapi untuk dipatuhi

Bila melihat banyak papan peraturan yang melarang ini itu di sebuah tempat wisata maka patuhilah sebab tujuan dibuatnya peraturan tersebut adalah demi kenyamanan, kelestarian dan ketertiban dari tempat wisata tersebut agar senantiasa dapat dikunjungi oleh orang banyak sewaktu-waktu. Misalnya saja bila kita melihat tulisan ‘Jangan menginjak tanaman’, maka sudah seharusnya kita tidak menginjak-injak tanaman, lagipula bila tidak ada peringatan tersebut untuk apa juga kita injak tanaman tersebut?

Bersikap sopan dan ramah kepada penduduk sekitar

Hal ini memang sudah seharusnya dilakukan oleh traveler. Hargai warga sekitar yang mencari nafkah di sekitar tempat wisata. Bila menghadapi warga yang mencoba mencari kesempatan dari wisatawan maka tak perlu kasar menolak, tanggapi dengan sopan dan tegas dan itu sudah cukup namun bila sudah berlanjut menuju hal yang mengancam sebaiknya dilaporkan pada pihak berwenang. Ingat, jangan menimbulkan keributan walau sedang menolak tawaran jasa dari warga yang tidak anda inginkan.

Jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan ambil apapun kecuali foto, jangan bunuh apapun selain waktu

Slogan ini sudah akrab di telinga traveler, sehingga bila memang anda adalah traveler bertanggung jawab maka katakan TIDAK pada vandalisme, pada buang sampah sembarangan, dan pada hal-hal yang merusak alam. Vandalisme bukan hanya pada situs sejarah saja, melakukan aksi coret-coret di bau sudah merupakan vandalisme.

Bertanggungjawablah terhadap keselamatan sendiri

Hal yang terakhir sebagai traveler bertanggung jawab yaitu bertangung jawab pada diri sendiri terutama keselamatan. Traveler harus emngingat pesan ‘pergi untuk kembali’ maka pergilah dalam keadaan sehat dan kembalilah dalam keadaan sehat pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published.