Mau Coba Bisnis e-Commerce, Harus Siap Merugi Bertahun-tahun Dulu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, Jelasberita.com| Tak bisa dipungkiri, bisnis secara online atau e-commerce semakin menjamur di Indonesia. di tahun 2016 ini saja, semakin banyak perusahaan berbasis e-commerce yang lahir. Namun tak sedikit pula yang terpaksa gulung tikar.

 




Menanggapi hal tersebut, ketua Asosiasi e-commerce Indonesia, Daniel Tumiwa mengungkapkan bahwa bagi siapa saja yang berniat untuk membangun usaha di sektor digital setidaknya harus berani merugi selama puluhan tahun. Daniel juga menghimbau kepada para pengusaha yang hendak menjajal bisnis digital setidaknya harus mempunyai investor dengan modal yang cukup besar.

 

“Sejak awal start-nya pasti merugi karena memang sifat model bisnis e-Commerce orang mencoba dulu. Seperti saya waktu di OLX sekitar 10 tahun yang lalu,” terang Daniel saat ditemui di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, pada Rabu (4/5).

 




Daniel juga mengungkapkan bahwa para pelaku e-commerce harus siap untuk tidak mendapatkan keuntungan sedikitpun di awal-awal perusahaannya berdiri. Menurutnya di awal berdirinya perusahaan e-commerce itu tidak akan mendapatkan pemasukan dari iklan, melainkan memang harus menyiapkan berbagai biaya dan cara promosi agar lebih dilirik.

 

“Mereka hanya mengandalkan pendapatan dari investor bukan iklan,” tambah Daniel.

 

Dilain sisi, Daniel justru menerangkan bahwa yang diuntungkan dari bisnis seperti ini adalah para pengusaha UKM.

 

Dirinya menyebutkan pengusaha UKM diuntungkan lantaran pengusaha tersebut hanya menitipkan produknya kepada platform situs e-commerce tersebut. berbanding terbalik dengan pihak pengelola e-commerce yang harus mampu bertahan selama bertahun-tahun untuk mendapatkan hati masyarakat.

 

“Model bisnis ventura harus begitu nggak boleh dari awal untung. Kalau UKM harus untung karena mereka jual produk. Platform-nya yang rugi,” tutup Daniel.

Leave a Reply

Your email address will not be published.