BIN: Berbeda Dengan Penyandera Sebelumnya, Kali Ini Mereka Tidak Minta Tebusan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso (Sindo)
foto: Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso (Sindo)

Jakarta, Jelasberita.com| keberadaan 4 WNI yang masih berada di filipina terkait penyanderaan yang dilakukan oleh faksi lain dari kelompok militan Abu sayyaf, ternyata menjadi momok tersendiri bagi pemerintah Indonesia, setelah sebelumnya pemerintah Indonesia dengan dibantu beberapa pihak telah berhasil memulangkan 10 WNI yang terlebih dahulu disandera.

 




sementara itu, Kepala BIN, Sutiyoso mengatakan bahwa penyanderaan keempat WNI sedikit berbeda dengan yang sebelumnya, karena para penyandera tidak pernah meminta tebusan.

 

“Ya masih general location kita sudah tahu. Nanti exactnya kita cari. Suatu saat pasti dia menghubungi kita nanti, mungkin dia ngukur dulu yang 10 gimana gitu kan,” papar Sutiyoso ketika di temui di komplek Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakpus, pada Selasa (3/5).

 




Sutiyoso juga menilai bahwa pemerintah sendiri, mau tidak mau, suka atau tidak suka harus menggunakan strategi dan taktik yang berbeda untuk pembebasan keempat WNI yang tersisa ini. hal tersebut lantaran para penyandera tidak ada meminta uang tebusan sama sekali, berbanding terbalik dengan kelompok yang sebelumnya menyandera 10 WNI tersebut.

“Belum, belum ada itu (permintaan tebusan).Ya lihat situasinya kan berbeda-beda ya. Nanti berkembang bagaimana baru kita menentukan sikap. Bagaimana yang kita pakai,” Terang Sutiyoso.

 

“Sekarang kita fokus bagaimana menyelamatkan yang pada orang kita fokus di situ. Dan itu dikerjakan di Crisis Center artinya Crisis Center itu semua terwakili di situ,” Tambah mantan gubernur DKI Jakarta ini.

 

 

Sebelumnya diketahui bahwa kelompok militan Abu Sayyaf yang sempat menyandera 10 Warga Negara Indonesia (WNI) awalnya meminta uang tebusan untuk pembebesan sandera sebesar 50 juta peso. Akan tetapi, pemerintah dibantu dengan beberapa pihak terkait berhasil melakukan pembebasan tersebut tanpa adanya tebusan. Sedangkan untuk kelompok yang menyandera 4 WNI saat ini, masih belum melakukan kontak ataupun membuat sebuah permintaan.

 

(dtk)

Leave a Reply

Your email address will not be published.