Yuk Kenalan dengan Mini Vegetables

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




mini vegetables

Pernah mendengar kata sayuran baby? Atau mungkin dengan istilah mini vegetables? Mungkin bila mendengar kata itu anda akan berpikir yaitu baby corn atau baby carrot. Ternyata, sayuran baby atau sayuran mini tak hanya kedua sayur itu saja, masih banyak lagi yang lainnya.




Nah, dengan membaca ulasan di bawah ini anda akan emngetahui perbedaan antara sayuran biasa dengan mini vegetables. Yuk simak!

Menggunakan 3 cara pembudidayaan

Tiga cara ini dapat menghasilkan mini vegetables yaitu dengan memanen kultivar sayuran tersebut ketika belum benar-benar dewasa contohnya baby corn atau janten. Kedua, sayuran dikembangkan secara kultivar sehingga sayuran akan otomatis berukuran mungil, contohnya baby carrot dan baby tomato.  Ketiga, memanen dengan cara sekunder, cara ini memang menghasilkan sayuran berukuran lebih kecil dibanding dengan panen primer, contohnya baby brokoli.

Awalnya hanya untuk hiasan

Budidaya sayuran mini awalnya hanya untuk tujuan estetika. Buah dan sayuran mini ini sedap dipandang ketika diolah menjadi makanan karena disajikan dalam bentuk garnish, campuran salad atau hors d’oeuvres.

Baby cut carrot bukanlah baby carrot

Dipasaran banyak pedagang nakal yang membuat wortel cacat menyerupai baby wortel. Biasanya wortel cacatlah yang dikupas lalu dipotong dan dibentuk menyerupai baby wortel sesungguhnya dengan tujuan agar tetap terjual. Senentara baby wortel atau baby carrot memanglah kultivar wortel yang berukuran mini.




Mini vegetables Lebih manis dan tidak langu

Bayi dan anak-anak sering sekali diberi sayuran mini karena rasanya lebih manis dan juga ringan. Karena memang mini vegetables memiliki cita rasa yang lebih manis dibandingkan sayuran biasa dan ketika diolah rasanya tidak berubah menjadi langu.

Kandungan nutrisi yang hampir sama

Dibandingkan dengan sayuran biasa, sayuran mini memiliki nutris yang hampir sama hanya saja, mini vegetables memiliki presentase lebih rendah.

Kurang tahan lama

Berbeda dengan sayuran biasa, sayuran mini lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Sayuran mini akan lebih cepat mengalami perubahan warna dan mengalami pembusukan. Itulah mengapa dalam pengemasannya sayuran mini akan ditambah sedikit air dan harus disimpan di suhu yang telah ditentukan.

Dicuci pakai chlorine untuk membunuh bakteri

Mini vegetables akan melalui proses penghilangan bakteri terlebih dahulu ketika hendak dikemas dengan cara direndam dan dicuci menggunakan chlorine. Menurut pakar Food and Drug Administration hal ini dinilai tak membahayakan karena chlorine yang digunakan jauh di bawah jumlah yang ditentukan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.