Jurnalis Adalah Buruh, Sudah Seharusnya Mendapatkan Upah Yang Layak

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: para jurnalis yang turut melakukan aksi unjuk rasa menyuarakan hak nya (Tribun)
foto: para jurnalis yang turut melakukan aksi unjuk rasa menyuarakan hak nya (Tribun)

Medan, Jelasberita.com| Peringatan hari buruh yang jatuh pada hari ini, tepatnya tanggal 1 Mei 2016 tengah diperingati di beberapa wilayah di Indonesia, tak terkecuali kota Medan. sejak Minggu (1/5) pagi, ratusan buruh yang berasal dari Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro.

 




Willy Agus Utomo yang merupakan Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Sumut mengungkapkan bahwa sebenernya para jurnalis dapat juga disebut sebagai buruh. Sehingga jurnalis pun harus mendapatkan upah yang layak, paling tidak sesuai dengan UMK yang ada.

 

“Hidup jurnalis, hidup AJI. Kawan-kawan wartawan juga buruh. Namun, banyak jurnalis yang masih dapat upah murah, di bawah UMK yang ada di Kota Medan,” Teriak Willy dengan lantang.

 




Lebih lanjut Willy juga mengatakan bahwa sudah selayaknya perusahaan media harus memberikan upah yang layak dan sesuai baik kepada wartawan dan kaum buruh itu sendiri. dirinya juga menambahkan bahwa para buruh harus mampu merebut kekuasaan dengan jalur demokrasi.

 

“Kami tidak percaya partai politik. Tidak ada partai politik yang benar-benar memperjuangkan kaum buruh. Maka dari itu, kita harus membentuk partai politik sendiri,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.