CEO Muslim di AS Bagikan Saham pada Pegawai

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




CEO Muslim di AS Bagikan Saham pada Pegawai

CEO Hamdi Ulukaya sebagai pemilik pabrik yoghurt dengan label Chobani berbasis di Amerika Serikat memberi kejutan pada karyawannya dengan membagikan 10 persen saham kepada seluruh karyawannya.




Ia menyatakan saham sebesar 10 persen itu dibagikan pada lebih dari 2.000 karyawan yang bekerja di Chobani. Proporsi yang akan diterima oleh tiap karyawan disesuaikan dengan masa kerja dari pelbagai tingkatan.

Dilansir melalui ABC news, Rabu (27/4), karyawan yang telah memiliki saham di Chobani berhak menjualnya bila pabrik Chobani telah dijual kepada investor lain di bursa saham.

CEO Hamdi Ulukaya sendiri bukanlah orang Amerika asli, ia merupakan imigran asal Turki, mendirikan pabrik yoghurt dan mengiuti kata hatinya untuk membagikan sahamnya pada karyawan agar mereka merasa memiliki dan lebih giat bekerja.

“Pembagian saham ini bukan sebagai hadiah namun berupa janji bersama. Sehingga karyawan akan bersama-sama membangun perusahaan ini sekaligus masa depan mereka.




Awalnya Ulukaya menginjakkan kaki ke Amerika tanpa membawa uang sepeserpun. Segala macam pekerjaan ia jajal, hingga akhirnya modal yang ia kumpulkan cukup untuk membangun pabrik yoghurt bercita rasa Yunani dengan mengajukan kredit lunak pada 2005. Bisnis yang dibangun Ulukaya ternyata berkembang pesat sehingga dua tahun kemudian ia mampu membangun sebuah pabrik Edmeston.

Selain menjadikan karyawan sebagai mitra kerja, Ulukaya mengakui bahwa ini salah satu cranya berterima kasih pada komunitas Amerika Serikat yang mau memberinya kesempatan membangun usaha walau saat itu ia berstatus sebagai imigran.

“Chobani tidak bisa tumbuh tanpa usaha keras para karyawan,” kata pria 46 tahun yang mewarisi darah Kurdi di tubuhnya itu. Pria muslim itu hampir memeluk seluruh karyawan saat pengumuman pembagian saham tersebut sambil memberikan map putih berisi jumlah saham yang mereka terima.

CEO Muslim di AS Bagikan Saham pada Pegawai

Saat ini Chobani dalam keadaan sehat, bakan perusahaan modal Ventura juga ikut berinvestasi di perusahaan ini sejak dua tahun lalu. New York Times memperkirakan aset yang dimilih oleh Chobani bernilai USD 3 miliar. Andai Chobani harus ‘melantai’ dan terpaksa dijual maka karyawan paling yunior setidaknya akan menerima minimal USD 150 ribu atau sekitar Rp 1,9 miliar, dan karyawan paling senior menerima minimal USD 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar.

Keputusan Ulukaya menempatkan karyawan sebagai mitra kerja mendapat pujian dari Bakal Calon presiden, Hillary Clinton.

“Chobani berani berbagi kesuksesan bersama para pekerja, dan ini adalah bukti konkret sebuan integritas,” tulis Hillary Clinton di akun Twitter pribadinya.

CEO Chobani memang dikenal sebagai orang yang dermawan dalam membagikan hartanya pada orang lain. Pada 2014 saja ia mendonasikan hampir USD 2 juta untuk pengungsi Suriah yang terpaksa kabur ke perbatasan Turki karena mengalami konflik di tanah mereka yang diakibatkan ISIS. Tak hanya itu Ulukaya akan mewariskan hartanya sebesar USD 1,3 miliar untuk membantu warga miskin di berbagai negara, jumlah ini hampir separuh dari kekayaannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.