Waspada Bahaya Judi Online Di Kalangan Remaja

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi
ilustrasi

Bengkulu, Jelasberita.com| Untuk menanggulangi masalah perjudian di kota Bengkulu, Kepolisian Sektor Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu memberi himbauan kepada para orangtua untuk dapat lebih waspada dan memperhatikan anaknya terkait dengan perjudian secara online di Internet.

 




Kompol Budi Hartono selaku Kepala Polsek Muara Bangkahulu, pada Sabtu (30/4) menegaskan bahwa sejauh ini dari pantauan di lapangan, anak-anak yang tinggal di wilayah Muara Bangkahulu dinilai rentan terhadap pengaruh judi online. Hal tersebut didasari atas semakin banyaknya akses Internet yang masih belum diawasi oleh orangtua.

 

“Di sini ada perguruan tinggi, jadi juga banyak usaha warung internet. Mari awasi penggunaan internet anak, sekali terlibat perjudian maka akan membahayakan masa depan,” tutur Kompol Budi Hartono

 




Budi juga menilai bahwa tanpa pengawasan yang ekstra dan ketat maka anak-anak dengan sangat mudah dapat mengenal dan akhirnya candu dalam bermain judi online. Budi mengatakan bahwa saat ini bahaya internet tidak hanya soal pornografi saja, melainkan banyak hal negatif lainnya. salah satunya judi online.

 

“Seperti yang kita amankan hari ini, karena judi online seorang anak yang masih mahasiswa berani menipu orangtuanya, kerugian mencapai Rp400 juta,” jelas Budi

 

Pelaku yang berinisial H, 26 tahun tercatat sebagai mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Bengkulu, dan sang ayah sendiri merupakan dosen juga di perguruan tinggi Bengkulu.

 

Dari keterangan tersangka H, diketahui bahwa dirinya sudah mengenal judi online sejak tahun 2011 lalu. Dirinya pun mengaku ketagihan sehingga mampu melakukan penipuan kepada orangtuanya sendiri untuk mendapatkan uang sebagai modal berjudi.

 

Bahkan, tersangka H berani untuk menggadai beberapa barang milik orangtuanya sendiri. sebut saja mobil, dua sepeda motor, laptop, kamera digital dan beberapa isi rumah lainnya.

 

“ayahnya sendiri yang telah melaporkan tersangka, karena sudah menggadai semua barang milik orangtuanya sebagai modal untuk judi online.” Tegas Budi.

 

Agar tidak diketahui orang tuanya, H bermain judi online di tempat yang jauh dari pantauan orang tua, dia memanfaatkan jaringan warung internet (warnet).

 

Tersangka mengelabui orang tuanya dengan cara bermain judi online di tempat yang cukup jauh dari pantauan orangtuanya dengan menggunakan fasilitas jaringan warung internet (warnet)

 

“Tersangka main berpindah-pindah, tidak satu warung internet saja,” tutup Budi.

 

(rima)

Leave a Reply

Your email address will not be published.