Kolaborasi Dorong LPPM Riset Bareng

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




KOLABORASI: Ketua LPPM Universitas Sebelas Maret Prof. Sulistyo Saputro, MSi. PhD., saat diwawancarai di Grand Swiss-belhotel, Jalan S Parman Medan, Kamis, (28/4). Ia mengatakan,kolaborasi antar perguruan tinggi memungkinkan sejumlah LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) bisa saling tukar informasi, riset dan publikasi bersama.




KOLABORASI: Ketua LPPM Universitas Sebelas Maret Prof. Sulistyo Saputro, MSi. PhD., saat diwawancarai di Grand Swiss-belhotel, Jalan S Parman Medan, Kamis, (28/4). Ia mengatakan,kolaborasi antar perguruan tinggi memungkinkan sejumlah LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) bisa saling tukar informasi, riset dan publikasi bersama.

Medan, Jelasberita.com
Kolaborasi antar perguruan tinggi memungkinkan sejumlah LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) bisa saling tukar informasi, saling belajar, riset bersama dan publikasi lebih masif.

Demikian dikatakan Ketua LPPM Universitas Sebelas Maret Prof. Sulistyo Saputro, MSi. PhD., dalam diskusi yang digelar USAID HELM bersama 27 perguruan tinggi mitra di Grand Swiss-belhotel, Jalan S Parman Medan, Kamis, (28/4).

Dengan hadirnya COIN (Collaboration and Inovation Network), menurut Sulistyo, ini menjadi wahana bagi LPPM se-Indonesia untuk mengembangkan diri secara bersama-sama. Sejumlah praktik-praktik baik yang sudah teruji di satu perguruan tinggi bisa diadopsi oleh perguruan tinggi lainnya. Apalagi melalui komunitas jejaring antar ahli dan akamedisi ini, COIN menjembatani sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan riset bersama. Bahkan COIN menjembatani banyak kampus untuk mempublikasikan karya-karya penelitian daripada akamedisi perguruan tinggi.

“Saat ini kami sedang menginisiasi penerbitan kumpulan abstrak kajian-kajian riset dan aplikasi iptek dari 50 LPPM mitra HELM. Kami berharap ini menstimulus perguruan tinggi untuk makin gigih meneliti,” terang Sulistyo.




Tak hanya menerbitkan abstrak, COIN juga sudah membuka situs resminya, membangun grup diskusi di Whatsapp dan Mailing list guna mendorong terjadinya pertukaran ide secara semi informal. Pentingnya kolaborasi ini menurut Sulistyo dalam rangka menghangatkan iklim riset di kalangan akamedisi, mengingat level publikasi jurnal kita di tingkat Asia masih rangking empat di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. “COIN mencoba menginisiasi semangat meriset dan menerbitkan jurnal di level nasional bahkan internasional,” pungkas Guru Besar Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret itu.

USAID Higher Education Leadership and Management (HELM) adalah proyek lima tahun yang dibiayai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat untuk mendukung pemerintah Indonesia mereformasi pendidikan tinggi di negeri ini. USAID HELM bertujuan untuk memperkuat kinerja sistem pendidikan tinggi di Indonesia, dan bekerjasama erat dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk fokus pada empat bidang pengelolaan kunci, yaitu, Kepemimpinan umum dan administrasi, Pengelolaan keuangan, Penjaminan mutu, Kolaborasi pemangku kepentingan luar.

USAID HELM terlibat menerapkan Prakarsa Khusus mengenai metode yang dapat mentransformasikan mutu pendidikan di badan pendidikan tinggi. Bantuan USAID HELM akan dapat meningkatkan mutu pengajaran, penelitian, pelayanan kepada masyarakat (tri-dharma) di mana pada saat yang bersamaan juga mendukung tujuan USAID dalam mempersiapkan mahasiswa menuju kesuksesannya dalam belajar dan bekerja. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.